RADARSOLO.COM– Polres Klaten merilis hasil evaluasi Operasi Lilin Candi 2025 yang berlangsung sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Data menunjukkan adanya tren unik berupa penurunan volume kendaraan di jalur tol.
Tapi terjadi lonjakan penumpang yang sangat drastis pada moda transportasi kereta api dan terminal bus.
Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto menjelaskan, secara umum, situasi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kabupaten Klaten berjalan aman dan kondusif berkat sinergi lintas instansi.
Penurunan Arus di Jalur Tol Solo-Jogja
Merujuk data dari Posko Operasi Lilin Candi 2025, arus kendaraan yang melintasi tiga gerbang tol (GT) di Klaten (GT Prambanan, GT Klaten, dan GT Polanharjo) justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya:
- Kendaraan Masuk: Tercatat sebanyak 219.272 kendaraan, turun 14 persen dibanding 2024.
- Kendaraan Keluar: Tercatat sebanyak 218.090 kendaraan, juga mengalami penurunan 14 persen.
Lonjakan Drastis Transportasi Publik
Berbanding terbalik dengan jalur darat pribadi, minat masyarakat menggunakan transportasi publik di Stasiun Klaten dan Terminal Ir. Soekarno meningkat tajam:
Stasiun Klaten (Kereta Api)
- Penumpang Naik: 43.741 orang (naik 176 persen).
- Penumpang Turun: 41.962 orang (melonjak drastis 501 persen).
Terminal Ir. Soekarno (Bus):
- Kedatangan Penumpang: 7.476 orang (naik 252 persen).
- Keberangkatan Penumpang: 3.284 orang (turun 79 persen).
Baca Juga: Jembatan Gempol 4 Gantiwarno Ambles, Bupati Klaten Siapkan Dana BTT dan Targetkan Rampung Tahun Ini
Magnet Wisata Prioritas
Selama operasi berlangsung, Polres Klaten juga menyiagakan personel di 49 objek wisata. Tiga destinasi utama tetap menjadi magnet kunjungan wisatawan di Klaten:
- Candi Prambanan: 184.263 wisatawan.
- Umbul Ponggok: 9.140 wisatawan.
- Rowo Jombor: 4.200 wisatawan.
Pihak kepolisian menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan relawan atas kerja sama yang baik sehingga pengamanan jalur mudik dan balik dapat terlaksana maksimal dan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono