RADARSOLO.COM – Kabupaten Klaten mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi utama di Jawa Tengah.
Hal itu didasarkan pada data periode 20 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah.
Klaten berhasil menempati peringkat kedua dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi di Jawa Tengah, tepat di bawah Kota Semarang.
Tercatat sebanyak 562.906 wisatawan memadati berbagai objek wisata di Klaten selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Angka ini melampaui capaian daerah lain seperti Kabupaten Demak (523.525 kunjungan), Kabupaten Rembang (334.271 kunjungan) dan Kota Solo (300.751 kunjungan).
Sementara itu, untuk Kota Semarang masih memimpin di posisi pertama dengan 677.982 kunjungan.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyambut baik capaian tersebut. Ia menyatakan bahwa hasil tersebut menunjukkan arah pengembangan pariwisata Klaten sudah berada di jalur yang tepat (on the track).
”Alhamdulillah, ini berarti apa yang kita kerjakan bersama ada di track yang tepat. Ke depan, kita harus punya peta besar atau roadmap yang jelas. Kita akan tata betul untuk lima tahun ke depan,” ujar Hamenang saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (5/1/2026).
Lebih lanjut, Hamenang mengungkapkan, mulai tahun ini pemerintah daerah akan meluncurkan kalendar event untuk memberikan kepastian jadwal acara wisata bagi masyarakat luar daerah.
Selain itu, optimalisasi aplikasi Ayo Piknik ke Klaten (Apik) akan terus didorong sebagai portal informasi terpadu di sektor pariwisata.
”Kami ingin warga tahu, bulan ini di Klaten ada apa. Jadi mereka bisa menyesuaikan jadwal. Aplikasi tersebut tidak hanya soal objek wisata, tapi juga pusat kuliner hingga penginapan,” imbuhnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Purwanto mengungkapkan adanya tren positif yang signifikan.
Selama libur Nataru 2025/2026, kunjungan wisatawan ke Klaten mencapai 855.230 wisatawan. Mengalami peningkatan sebesar 33 persen dibandingkan periode Nataru pada tahun sebelumnya.
”Jika ditotal selama satu tahun penuh, ada peningkatan kunjungan sebesar 10 persen, dari 6,8 juta wisatawan di tahun 2024 menjadi 7,5 juta pada tahun 2025,” jelas Purwanto.
Adapun destinasi yang menjadi primadona kunjungan meliputi Candi Prambanan, Umbul Pelem, Umbul Brondong, River Moon dan Janti Park dari total 50 objek wisata di Klaten.
Diakuinya objek wisata candi dan wisata air masih menjadi unggulan dari Kota Bersinar.
Sebagian besar objek wisata yang populer di Klaten tersebut dikelola komunitas serta pemerintah desa melalui BUMDes.
Purwanto mengungkapkan objek wisata yang dikelola Pemkab mencatatkan PAD sebesar Rp 5,7 miliar.
Objek wisata yang dikelola Pemkab antara lain Objek Mata Air Cokro (OMAC) dan Bukit Sidoguro. (ren/adi)
Editor : Adi Pras