RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Klaten bergerak cepat merespons amblesnya Jembatan Gempol 4 di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno. Sebelumnya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meninjau lokasi pada Sabtu (3/1/2026).
Bupati Hamenang memastikan perbaikan jembatan penghubung strategis antara Klaten dan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut akan diprioritaskan tahun ini melalui mekanisme pergeseran anggaran.
Jembatan tersebut diketahui ambles pada Jumat (2/1/2026) siang. Curah hujan tinggi yang memicu gerusan arus sungai.
Ditambah beban kendaraan berat seperti truk tronton pengangkut pasir yang disinyalir menjadi penyebab utama amblesnya struktur jembatan.
Bupati Hamenang menegaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan Penjabat (Pj) Sekda dan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) untuk segera menyusun skema pergeseran anggaran.
Langkah tersebut diambil karena prosedur bantuan dari BNPB maupun Belanja Tidak Terduga (BTT) dinilai memakan waktu terlalu lama.
”Kalau menunggu mekanisme BNPB atau BTT itu terlalu lama. Saya tidak mau masyarakat menunggu sampai tahun depan, nanti saya didemo. Maka solusinya adalah pergeseran anggaran dari pos lain agar tahun ini juga bisa selesai," ujar Hamenang saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (6/1/2026)
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa awalnya pemerintah fokus pada perbaikan Jembatan Gempol 1.
Namun kondisi darurat di Jembatan Gempol 4 memaksa pemerintah untuk gaspol melakukan penyesuaian di awal tahun.
Mengingat fungsi jembatan yang vital bagi kendaraan yang melintas, Bupati meminta masyarakat untuk bersabar selama proses konstruksi nantinya.
Pembangunan jembatan baru diprediksi memerlukan biaya besar dan waktu pengerjaan yang tidak sebentar agar hasilnya kokoh.
"Membangun jembatan itu mahal, untuk jembatan ini sekira Rp 5 miliar dan prosesnya agak lama, bisa memakan waktu 5 hingga 6 bulan. Ini harus kuat, karena yang lewat bukan cuma motor, tapi tronton. Kami ingin hasilnya kokoh supaya kejadian serupa tidak terulang," imbuhnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten Suryanto mengungkapkan pihaknya tengah melakukan kajian teknis agar proyek perbaikan Jembatan Gempol 4 tersebut bisa segera masuk dalam skema anggaran perubahan atau pergeseran anggaran.
"Sesuai petunjuk Bapak Bupati, kami sudah berdiskusi dengan Bapperida untuk mengkaji yang terbaik. Intinya, kami berupaya agar pelaksanaan konstruksi tetap bisa berjalan tahun ini," kata Suryanto.
Untuk sementara waktu, akses kendaraan roda empat di jalur tersebut dialihkan guna menghindari risiko lebih lanjut.
Sementara pihak dinas terkait mulai menyiapkan detail perencanaan teknis pembangunan jembatan baru.
Jembatan yang ambles saat ini memiliki panjang 20 meter dan lebar 5 meter. DPUPR merencanakan saat dilakukan perbaikan untuk menjadikan panjang jembatan menjadi 21 meter hingga 22 meter. Begitu juga untuk lebar jembatan menjadi 7 meter. (ren/adi)
Editor : Adi Pras