Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Klaten Tembus 7,5 Juta Wisatawan, Bupati Hamenang Incar Investor Hotel Berbintang untuk Dongkrak PAD

Angga Purenda • Rabu, 7 Januari 2026 | 15:21 WIB
Wisata Umbul Brondong di Kebonarum, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Wisata Umbul Brondong di Kebonarum, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kabupaten Klaten mencatatkan prestasi gemilang dengan kunjungan wisatawan mencapai 7,5 juta orang sepanjang 2025. Angka ini menempatkan Klaten sebagai salah satu daerah dengan jumlah wisatawan tingkat kabupaten terbanyak di Jawa Tengah.

Namun, tingginya angka kunjungan ini belum berbanding lurus dengan pendapatan daerah dari sektor pajak hotel dan restoran.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengakui, minimnya fasilitas akomodasi atau hotel berbintang menjadi hambatan utama dalam memaksimalkan dampak ekonomi dari sektor pariwisata.

Saat ini, Klaten baru memiliki satu hotel berbintang. Sehingga lama inap (length of stay) wisatawan menjadi rendah.

”Potensi pajak hotel dan restoran di kota-kota besar itu tinggi, sementara kita di Klaten belum maksimal. Padahal beberapa tahun terakhir, kita menjadi kabupaten dengan jumlah wisatawan terbanyak di Jawa Tengah,” ujar Hamenang saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (5/1).

Hamenang berharap bisa membawa masuk investor hotel bintang tiga ke Klaten. Dia menyebutkan, beberapa brand hotel mulai melirik Klaten, termasuk kabar rencana masuknya salah satunya jaringan hotel di Indonesia.

”Harapannya nanti beberapa hotel bisa masuk. Informasinya akan segera ada di Klaten tetapi sebagai investasi swasta murni. Namun, kami juga membuka pintu lebar-lebar bagi investor yang ingin bekerja sama dengan Pemkab Klaten. Kami siap menyiapkan lahan milik Pemda untuk dikerjasamakan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudporapar Klaten Purwanto menjelaskan, selama ini dampak ekonomi dari jutaan wisatawan tersebut lebih banyak terbatas pada retribusi tiket masuk saja.

Pajak dari sektor perhotelan belum maksimal karena minimnya fasilitas dan vakumnya kepengurusan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klaten.

”Potensi pajak restoran dan hotel sebenarnya sangat tinggi. Namun saat ini kontribusinya belum maksimal karena PHRI sendiri masih vakum. Jika ini digerakkan kembali dan jumlah hotel bertambah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita pasti akan melonjak signifikan,” jelas Purwanto.

Pada 2026, diprediksi akan menjadi tahun yang sibuk bagi pariwisata Klaten. Bertepatan dengan hari jadi Klaten yang ke-222, sejumlah agenda besar telah disiapkan untuk mempertahankan tren positif kunjungan wisata.

Di antaranya International Cycling Festival yang akan berlangsung pada Mei 2026. Event tersebut akan dihadiri peserta dari 40 negara Eropa dengan sepeda antiknya.

Kemudian Klaten dipastikan menjadi tuan rumah pada ajang bergengsi Anugerah Pariwisata Indonesia (API). (ren/adi)

 

Editor : Adi Pras
#length of stay #klaten #wisatawan #pad #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #pendapatan asli daerah