RADARSOLO.COM-Perselisihan terkait zona penjemputan antara ojek pangkalan (Opang) dan ojek online (Ojol) di Stasiun Klaten akhirnya menemui titik terang.
Melalui mediasi yang digelar di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Senin (12/1/2026) sore, kedua belah pihak resmi menandatangani kesepakatan baru yang mengatur titik jemput penumpang.
Mediasi tersebut dipimpin Pj Sekda Klaten Jaka Purwanto, didampingi Kepala Dishub Klaten Supriyono, Kepala Stasiun Klaten Fatkurrohman.
Berikutnya, Kasatlantas Polres Klaten AKP Wendi Andranu, perwakilan Kodim 0723/Klaten Letda Cba Ariztiyana serta Kepala Satpol PP dan Damkar Klaten Joko Hendrawan.
Hadir pula perwakilan dari Opang Stasiun Klaten dan Aliansi Ojek Online Klaten Bersatu.
Pj Sekda Klaten Jaka Purwanto menyampaikan, mediasi bertujuan untuk memfasilitasi komunikasi dan mencari jalan tengah demi ketertiban wilayah.
Dalam kesepakatan yang berlaku mulai Senin (12/1/2026), disepakati titik penjemputan yang baru.
"Alhamdulillah, masing-masing pihak tidak mengedepankan ego, melainkan kerukunan. Sudah ada titik temu yang dituangkan dalam kesepakatan tertulis. Kesepakatan lama resmi tidak berlaku lagi," ujar Jaka Purwanto saat diwawancarai usai mediasi.
Jaka menjelaskan, titik jemput Ojol kini diletakkan lebih dekat dibandingkan aturan sebelumnya yang mencapai 200 hingga 500 meter.
Saat ini, titik jemput untuk di Jalan Dewi Sartika hanya berjarak sekitar 100 meter dari Stasiun Klaten.
Sementara titik lainnya di Jalan Samanhudi berada di pintu keluar parkiran mobil Stasiun Klaten.
Baca Juga: Kewenangan di KDMP Dibatasi, Kades dan Dinas di Karanganyar Tak Tahu Proges Pembangunan
"Tujuannya agar layanan terhadap penumpang semakin baik. Terutama bagi lansia atau penyandang disabilitas yang keberatan jika harus berjalan terlalu jauh," tambahnya.
Pemkab Klaten berharap kedua pihak konsekuen mematuhi aturan yang telah ditandatangani.
Para driver diminta segera menyosialisasikan hasil kesepakatan tersebut kepada anggota masing-masing.
Harapannya agar pelayanan kepada penumpang di Stasiun Klaten dapat berjalan maksimal mulai esok hari.
"Penumpang punya pilihan mau menggunakan Opang atau Ojol. Saya doakan semuanya tetap laris, rezeki sudah ada yang mengatur. Yang penting kita melayani dengan sebaik-baiknya," ujar Jaka.
Perwakilan Opang Stasiun Klaten Edy menyatakan menerima keputusan tersebut meski dengan berat hati.
Ia menekankan pentingnya saling pengertian karena Opang hanya mengandalkan satu titik penghasilan di stasiun. Berbeda dengan Ojol yang cakupan wilayahnya lebih luas.
"Kami terima apa yang menjadi keputusan, meski ada beban mental kepada rekan-rekan. Harapan kami sebenarnya (titik jemput) di Alfamart, tapi ini lebih maju lagi. Kami minta ojek online menghargai kami sebagai warga asli di situ," ungkap Edy.
Di sisi lain, perwakilan Aliansi Ojek Online Klaten Bersatu Doni Wahyono menyebut bahwa perjuangan tersebut bukan semata-mata untuk driver ojol.
Melainkan menjawab keluhan masyarakat di media sosial yang merasa keberatan dengan jarak berjalan kaki yang jauh dan tarif ojek pangkalan yang terkadang tidak transparan.
"Sebenarnya kami juga kurang puas dengan hasilnya, tapi karena sudah ada regulasi, akan kami jalankan semaksimal mungkin. Yang terpenting hari ini kondusif, tidak ada lagi gesekan. Kita semua saudara," tegas Doni.
Selama proses mediasi berlangsung, ratusan ojol sempat melakukan konvoi ke sejumlah ruas jalan protokol Kota Klaten.
Baca Juga: Libur Nataru Usai, Harga Daging Ayam dan Telur di Boyolali Masih Parkir di Level Tinggi
Hingga memenuhi Jalan Pramuka yang menjadi ruas menuju ke Stasiun Klaten.
Tampak sejumlah ojol berkumpul di depan Stasiun Klaten sambil menunggu hasil mediasi.(ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono