Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Duh, 13 KUA di Klaten Masih Ngontrak: Ada yang Menempati Kios untuk Pelayanan Nikah

Angga Purenda • Selasa, 13 Januari 2026 | 16:06 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat memberikan sambutan dalam pembinaan ASN Kemenag Klaten, Selasa (13/1/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat memberikan sambutan dalam pembinaan ASN Kemenag Klaten, Selasa (13/1/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kantor urusan agama (KUA) di 26 kecamatan di Kabupaten Klaten dinilai kurang ideal. Bahkan, 13 di antaranya harus menyewa gedung sendiri.

Hal itu memantik keprihatinan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Saat menjadi narasumber pembinaan ASN Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Klaten, Selasa (13/1/2026), bupati mengaku siapkan solusi.

Kepala Kantor Kemenag Klaten, Khumaidin mengungkapkan, masih ada KUA yang harus menyewa bangunan untuk beroperasi.

Hal itu menjadikan layanan pencatatan nikah yang diberikan di KUA dinilai kurang optimal.

”Masih ada dua KUA yang menyewa. Satu di Prambanan yang menyewa tanah kas desa. Sedangkan KUA Karangdowo tidak memiliki gedung dan tanah, sehingga sementara menyewa di kios,” ujar Khumaidin.

Khumaidin berharap adanya sinergi berupa hibah tanah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Kemudian nantinya pembangunan fisik gedung dapat diajukan ke Kanwil Kemenag Jawa Tengah.

Bupati Hamenang menyambut baik dan menganggap pertemuan tersebut sebagai ajang Sambung Rasa.

Seperti programnya bersama Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto menyambangi di desa setiap minggunya.

”Tadi sambutan beliau (Kepala Kankemenag) rasanya seperti acara Sambung Rasa. Kami biasanya keliling ke desa-desa setiap Selasa dan Rabu untuk menyerap aspirasi warga dan hari ini kami Sambung Rasa di Kemenag,” kata Hamenang.

Bupati menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti keluhan tersebut dengan melakukan pengecekan aset daerah.

Ia menyadari pentingnya fasilitas KUA yang representative. Mengingat jumlah penduduk usia muda di Klaten yang sangat besar.

”Nanti kami cek satu per satu aset pemda. Dari 13 KUA yang belum punya tanah itu, kira-kira ada potensi tidak tanah yang bisa kita atur (hibahkan) ke kemenag. Ini dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi warga. Kalau KUA-nya tidak komplit, nanti anak muda mau nikah jadi ribet,” tegas bupati.

Selain urusan infrastruktur, dalam pembinaan yang dihadiri sekitar 420 ASN tersebut, dibahas pula peran strategis penyuluh agama. Terutama dalam membantu berbagai program pemerintah daerah.

Bupati berharap para penyuluh agama tidak hanya bergerak di majelis taklim, tetapi juga masuk ke sekolah-sekolah.

Untuk memberikan pendampingan karakter bagi generasi muda. Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu mewujudkan visi Klaten yang lebih sejahtera dan memiliki generasi penerus yang luar biasa. (ren/adi)

 

Editor : Adi Pras
#kua #klaten #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #kantor kemenag #kantor urusan agama