RADARSOLO.COM – Polemik mengenai titik penjemputan penumpang ojek online (ojol) di Stasiun Klaten akhirnya menemui titik terang.
Hal itu setelah dua pihak berseteru yakni ojol dan ojek pangkalan (opang) dimediasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub), Senin (12/1/2026).
Pada mediasi itu telah disepakati lokasi penjemputan terbaru bagi penumpang ojol di Stasiun Klaten.
Kini bergeser lebih dekat ke arah stasiun dibandingkan dengan sebelumnya yang jaraknya mencapai 200 meter hingga 500 meter.
Kesepakatan tersebut berlaku per Senin (12/1/2026). Terdapat dua titik utama yang menjadi lokasi penjemputan penumpang ojol.
Untuk di Jalan Dewi Sartika, penumpang dapat dijemput di sekitar pintu keluar parkiran motor Stasiun Klaten. Tepatnya di depan toko perlengkapan aquarium yang jaraknya sekira 100 meter dari stasiun.
Sementara itu, untuk di sisi Jalan Samanhudi, penumpang diarahkan menuju pintu keluar parkiran mobil Stasiun Klaten sebagai lokasi penjemputan. Penumpang menempuh jalan kaki sekira 100 meter dari stasiun.
Untuk titik penjemputan di Jalan Pramuka belum sempat dibahas secara detail dalam mediasi.
Tetapi Aliansi Ojek Online Klaten Bersatu akan mengerahkan penumpang untuk berjalan kaki di depan Klinik Safinah yang barjarak sekira 150 meter.
Khusus bagi penumpang ojol dengan kondisi tertentu seperti lansia, ibu hamil hingga penyandang disabilitasi bisa dijemput di depan Stasiun Klaten.
Hal itu juga tertuang dalam kesepakatan antara ojol dan opang dalam mediasi, terutama pada poin kelima.
Perwakilan Aliansi Ojek Online Klaten Bersatu Doni Wahyono menegaskan, langkah tersebut diambil bukan semata-mata demi kepentingan driver ojol.
Melainkan menjawab keluhan masyarakat yang selama ini merasa keberatan dengan jarak jemput yang terlalu jauh.
”Kami memperjuangkan aspirasi masyarakat Klaten, khususnya pengguna kereta api. Banyak keluhan di media sosial, mereka merasa lelah harus berjalan jauh sambil membawa barang atau anak kecil,” ujar Doni saat ditemui Radarsolo.com di Jalan Pramuka, Kecamatan Klaten Tengah pada Senin (12/1/2026).
Meskipun mengaku belum merasa puas 100 persen karena penumpang masih harus berjalan kaki, Doni menilai hasil kesepakatan tersebut adalah jalan tengah terbaik agar kondisi di lapangan tetap kondusif.
”Yang penting kondusif, tidak ada lagi sekat antara teman-teman ojol dan opang, kami semua saudara. Mari kita jaga Klaten agar tetap aman dan tentram,” tandasnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras