RADARSOLO.COM – Kesepakatan baru pergeseran titik jemput penumpang ojek online (ojol) di Stasiun Klaten yang lebih dekat disambut pelaku usaha pariwisata.
Langkah tersebut dinilai sebagai solusi atas keluhan lama para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Klaten. Terutama mereka yang menggunakan moda transportasi kereta api.
Salah satu pelaku wisata pada bidang usaha penginapan dan resto di Klaten, Bayu Putra Nurhadi mengungkapkan, selama ini akses transportasi dari stasiun merupakan salah satu keluhan utama yang dia terima dari para tamu. Terutama wisatawan dari luar kota.
”Keluhan itu sebenarnya bukan dari warga setempat saja, tapi awalnya dari wisatawan. Bayangkan mereka baru turun dari kereta malam setelah perjalanan berjam-jam, lalu harus menyeret koper jauh-jauh. Itu sangat tidak nyaman,” ujar Bayu, Rabu (14/1/2026).
Menurut Bayu, banyak wisatawan yang datang ke Klaten tidak menggunakan kendaraan pribadi dan sangat bergantung pada transportasi online.
Jarak titik jemput yang sebelumnya dianggap terlalu jauh seringkali memberikan pengalaman kurang menyenangkan bagi para pendatang.
Bayu sangat mengapresiasi kesepakatan baru antara pihak ojol dan ojek pangkalan (opang) terkait titik jemput ojol yang baru.
Dia menilai aturan transportasi tidak boleh terlalu kaku, terutama dalam kondisi darurat atau cuaca buruk. Apalagi jika penumpangnya merupakan lansia, ibu hamil dan berkebutuhan khusus lainnya.
”Transportasi umum di Klaten kini memang minim karena tingkat kepemilikan kendaraan pribadi masyarakat sudah tinggi. Maka, transportasi online adalah tumpuan utama wisatawan. Kebijakan titik jemput yang lebih dekat ini adalah poin bagus untuk citra pariwisata Klaten,” ujar Bayu.
Menurutnya, dengan semakin banyaknya destinasi wisata menarik di Klaten, kemudahan akses transportasi menjadi kunci utama peningkatan jumlah kunjungan. Stasiun Klaten dianggap sebagai gerbang utama masuknya wisatawan ke Kota Bersinar.
Meski mendukung penuh kemudahan akses bagi wisatawan, Bayu menekankan pentingnya menjaga harmoni antara transportasi online dan konvensional (opang). Ia berharap kesepakatan ini menjadi solusi yang saling menguntungkan (win-win solution).
”Kita tidak boleh mengesampingkan teman-teman opang. Mereka juga harus tetap diutamakan dan jangan sampai merasa tersingkir. Keseimbangan ini penting agar kondusivitas di stasiun tetap terjaga," tambah Bayu.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan pembenahan akses transportasi bagi penumpang yang turun di stasiun dan hendak melanjutkan perjalannya diniali sangat penting.
Mengingat Klaten saat ini merupakan daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak di Jawa Tengah.
"Harapan kami, dengan Klaten yang semakin ramai dan jumlah wisatawan terbanyak se-Jawa Tengah, ke depan mereka akan semakin nyaman. Orang yang ke Klaten untuk menikmati wisata maupun kulinernya bisa merasa nyaman sejak turun dari stasiun," ujarnya.
Lebih lanjut, Hamenang berharap dengan jarak jemput yang lebih dekat, diharapkan moda transportasi dari stasiun menuju destinasi selanjutnya menjadi lebih efektif dan efisien.
"Tentu harapan kami, kesepakatan ini dijalankan bersama-sama, sehingga moda transportasi di Kabupaten Klaten dari stasiun ke ojek bisa lebih nyaman dan pelayanannya semakin baik untuk masyarakat," ujar Hamenang. (ren/adi)
Editor : Adi Pras