RADARSOLO.COM – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan secara serentak 19 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026).
Salah satu lokasinya jembatan penghubung antara Desa Cucukan dan Desa Kotesan di Kecamatan Prambanan, Klaten.
Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kapolres Klaten AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo serta jajaran Forkopimda Klaten.
Kehadiran jembatan tersebut menjadi harapan bagi warga di dua desa setelah jembatan lama ambrol diterjang banjir pada tahun 2021 silam.
Kini setelah lima tahun akses terputus, warga bisa melintasi jembatan yang memiliki panjang 15 meter dan lebar 4 meter tersebut.
Kapolri Listyo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polda Jawa Tengah yang bergerak cepat merespons kebutuhan masyarakat.
Terutama dalam pembangunan jembatan untuk mendukung akses pendidikan dan ekonomi di pelosok desa.
”Alhamdulillah, hari ini saya mengucapkan apresiasi kepada Bapak Kapolda Jawa Tengah dan jajarannya yang bergerak cepat untuk menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden. Terkait dengan keprihatinan beliau melihat anak-anak yang bersekolah terpaksa harus menyeberang atau berputar jauh,” ujar kapolri.
Ia menjelaskan, dari total rencana 63 jembatan dibangun di Jawa Tengah, sebanyak 19 jembatan telah tuntas dibangun dan diresmikan. Sisanya masih dalam tahap evaluasi perencanaan maupun pembangunan.
Kepala Desa Cucukan Heru Pramana mengungkapkan rasa bangganya atas terwujudnya jembatan yang mampu menahan beban hingga 10 ton tersebut.
”Kami Pemerintah Cucukan atas nama seluruh lapisan masyarakat bangga sekali dan merasa berterima kasih sekali.
Karena jembatan ini adalah suatu akses yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat baik untuk sekolah dan juga untuk ke lahan pertanian,” kata Heru.
Jembatan yang memiliki kapasitas 10 ton itu kini sudah dapat dilalui kendaraan. Termasuk memangkas waktu tempuh warga secara signifikan sehingga mampu mengembalikan denyut nadi ekonomi di perbatasan desa tersebut. (ren/adi)
Editor : Adi Pras