Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kisah Haru Hermiyati Warga Klaten yang Terima Bantuan Rehab RTLH: Dari Rumah Petak ke Istana Berkamar Tiga

Angga Purenda • Kamis, 15 Januari 2026 | 19:23 WIB
Hermiyati bersama keluarga di depan rumah yang direnovasi. (Angga Purenda/Radar Solo)
Hermiyati bersama keluarga di depan rumah yang direnovasi. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kebahagiaan tak terkira terpancar dari wajah Hermiyati, 35, warga Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten.

Rumah yang selama ini ia tempati bersama suami dan ketiga anaknya kini telah berubah total.

Dari sebuah rumah petak sempit berukuran 5 meter x 5 meter, kini bangunan itu berdiri kokoh dan layak disebut sebagai Istana bagi keluarganya.

Hermiyati menerima bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) dengan nilai antara Rp 50 juta-Rp 60 juta.

Renovasi melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR).

Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi rumah Hermiyati sangat memprihatinkan. Luasnya hanya sekira 5 x 5 meter, rumah tersebut tidak memiliki sekat kamar.

”Dulu kamar jadi satu. Satu ruangan buat tidur, makan, sampai main anak-anak jadi satu petak saja. Bahkan kami belum punya kamar mandi sendiri, kalau mau mandi harus menumpang ke tempat saudara,” kenang Hermiyati, Kamis (15/1/2026).

​Suaminya, Indra Purwanto, 38, bekerja sebagai buruh serabutan di Jogja. Sementara Hermiyati membantu ekonomi keluarga dengan membuka usaha jasa setrika kecil-kecilan.

Baginya, bantuan pembangunan total tersebut adalah mukjizat. ​Kini rumah tersebut telah diperluas menjadi 6 meter x 7 meter dengan fasilitas yang jauh lebih lengkap. Termasuk tiga kamar tidur dan kamar mandi pribadi.

”Sangat bersyukur, tidak menyangka. Ini istana buat saya. Apalagi anak gadis saya yang kelas 2 SMP sekarang sudah bisa punya kamar sendiri,” ungkapnya haru.

Sementara itu, ​Komisaris Utama IDM Muhammad Tri Andika menjelaskan, bantuan untuk Hermiyati merupakan rumah ke-52 yang telah dibangun perusahaan sejak 2016.

Program tersebut merupakan bagian dari visi perusahaan yang mengusung tema Berdaya di 2026.

”Ini wujud nyata keberdayaan masyarakat di sekitar destinasi wisata kami. Kami mengutamakan mereka yang benar-benar membutuhkan. Seperti kondisi Ibu Hermi yang sebelumnya cukup mengenaskan tidur bertumpuk sekeluarga dan tidak punya sanitas," ujar Tri Andika. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#prambanan #rumah tidak layak huni #klaten #rtlh #csr