RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten membawa kabar baik bagi pengguna moda transportasi kereta api.
Setelah tercapainya kesepakatan bersejarah antara ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang), pemkab berencana membangun fasilitas peneduh atau tempat berteduh di titik jemput penumpang Stasiun Klaten.
Langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas selesainya konflik operasional antara ojol dan opang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Kini, pengemudi ojol secara resmi diperbolehkan menjemput penumpang tepat di pintu keluar parkir motor dan mobil Stasiun Klaten.
Seperti diketahui, kesepakatan tersebut menjadi angin segar bagi penataan transportasi di sekitar Stasiun Klaten.
Meski sebelumnya ada tawaran bagi opang untuk bergabung ke sistem ojol namun ditolak, kesepakatan bersama tetap tercapai demi kepentingan masyarakat luas.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Klaten menyadari adanya kekurangan fasilitas fisik di area penjemputan.
Saat ini, penumpang yang keluar dari bangunan stasiun menuju titik jemput ojol masih terpapar cuaca langsung.
"PR kami dari pemkab tentu karena begitu keluar bangunan stasiun itu belum ada kanopi. Kami akan berkomunikasi dengan beberapa BUMD di Kabupaten Klaten, semoga bisa memberikan CSR untuk membangun kanopi. Sehingga konsumen tidak kena hujan atau kepanasan saat menunggu ojol," jelas Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo kepada Radarsolo.com, beberapa waktu lalu.
Penyediaan fasilitas ini dirasa mendesak, mengingat Klaten saat ini memegang predikat sebagai daerah dengan jumlah wisatawan terbanyak di Jawa Tengah.
Kenyamanan akses transportasi dari stasiun menuju destinasi wisata maupun kuliner menjadi kunci utama daya tarik daerah.
Pemkab menekankan bahwa fokus utama dari kesepakatan yang telah ditandatangani para perwakilan ojol dan opang.
Hal itu sebagai bentuk pelayan terbaik bagi masyarakat dan wisatawan usai turun dari kereta api di Stasiun Klaten.
"Alhamdulillah, akhirnya sudah bisa memberikan yang terbaik. Sudah ada kesepakatan bahwasanya ojol bisa menjemput di pintu keluar stasiun. Ini solusi terbaik agar mereka bisa tetap bekerja bersama-sama dengan model masing-masing," ungkap Hamenang.
Hamenang berharap hadirnya kanopi di titik jemput bisa memfasilitasi masyarakat untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan dari Stasiun Klaten dengan nyaman.
Mengingat stasiun menjadi salah satu masuk gerbang masuk wisatawan yang diharapkan bisa menikmati keramahan Kabupaten Klaten.
Hal ini selaras dengan keinginan dari perwakilan Aliansi Ojek Online Klaten Bersatu Doni Wahyono.
"Kami berharap pemerintah atau pihak stasiun bisa memfasilitasi tempat berteduh (selter) dan penerangan jalan di sepanjang jalur menuju lokasi penjemputan. Kasihan kalau kondisi hujan atau malam hari, agar tidak rawan dan penumpang tidak kehujanan," harap Doni. (ren/nik)
Editor : Adi Pras