Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Percepat Pembangunan Desa, Bupati Klaten Kembali Gulirkan Program KBMKB

Angga Purenda • Selasa, 20 Januari 2026 | 18:47 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memuka KBMKB XXXII di Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Selasa (20/1/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memuka KBMKB XXXII di Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Selasa (20/1/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali menggulirkan program percepatan pembangunan desa melalui Karya Bakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) XXXII.

Desa Mlese, Kecamatan Cawas jadi lokasi pertama pembukaan oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Selasa (20/1/2026).

Turut hadir jajaran forkompimda, TNI, Polri dan perangkat daerah. Program KBMKB tersebut direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh. Mulai 20 Januari-18 Februari dengan sasaran fisik dan non fisik.

Bupati Hamenang menekankan, KBMKB merupakan program inovasi dari Pemkab Klaten untuk mempercepat pembangunan desa. Sekaligus menjadi wujud nyata kemanunggalan antara TNI, pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kebangsaan.

”Kegiatan ini adalah upaya percepatan pembangunan di wilayah desa, penguatan ketahanan wilayah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Tidak hanya fisik, tapi juga menyentuh pemberdayaan masyarakat dan wawasan kebangsaan,” ujar Hamenang.

Bupati Hamenang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kodim 0723/Klaten dan seluruh masyarakat Desa Mlese yang telah bersinergi.

”Semoga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Klaten,” ujarnya.

Berdasarkan laporan Perwira Pelaksana Kapten Infanteri Eka Atmaja menjelaskan, sasaran utama dalam KBMKB XXXII tersebut meliputi sasaran fisik.

Berupa betonisasi jalan sepanjang 775 meter dengan lebar 3,5 meter dan tebal 15 cm. Untuk nonfisik berupa penyuluhan bela negara dan penyuluhan administrasi kependudukan (Adminduk) bagi warga setempat.

Ada pun kesuksesan program KBMKB mengandalkan kolaborasi dari berbagai elemen. Setiap harinya, sebanyak 87 personel diterjunkan. Terdiri dari 30 anggota TNI, 5 Polri, 2 teknisi, 5 aparat desa dan 45 orang dari unsur masyarakat.

Baca Juga: Menolak Bungkam, Kades Ngepringan Sragen Mandi Lumpur di Jalan Rusak

Kasdim 0723/Klaten Mayor Inf Ismail Syahruddin mengungkapkan pihaknya menitikberatkan pada pentingnya partisipasi aktif warga.

Ia berharap KBMKB bisa menjadi pemantik kembali budaya gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa.

”Harapan kita bersama, masyarakat bisa guyub dengan TNI. Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi ada sisi gotong royongnya. Jika masyarakat aktif terlibat, hasilnya akan lebih maksimal dan yang terpenting adalah menjaga tali silaturahmi antarwarga,” tandasnya. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #KBMKB #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #cawas