RADARSOLO.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten mencatat penurunan angka kebakaran tahun lalu.
Yakni 212 kasus pada 2025, menurun dibandingkan pada 2024 yang mencapai 300 kasus.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten Sumino mengungkapkan, penurunan ini dipengaruhi oleh dua faktor utama. Yakni kondisi alam dan meningkatnya kapasitas masyarakat dalam mitigasi mandiri.
Menurutnya, faktor pertama adalah musim hujan yang mulai masuk lebih awal di tahun ini.
Namun, faktor yang paling penting terletak pada kesigapan masyarakat dalam penanganan kebakaran di wilayahnya.
”Faktornya karena hujannya tahun 2025 lebih awal masuk ke musim hujan ya. Lalu yang kedua kesadaran masyarakat sudah mulai meningkat akan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian kebakaran,” jelasnya, Selasa (20/1/2026).
Sumino menambahkan, banyak potensi kebakaran besar yang berhasil diredam oleh warga di tingkat lokal berkat pelatihan dan sosialisasi yang masif sebelumnya.
”Sebagian itu sebenarnya ada kejadian kebakaran lainnya, cuma sudah bisa ditangani oleh warga sehingga tidak kita tangani. Maka itu tidak kami catat. Ada kebakaran rumah atau apa itu cukup selesai di masyarakat. Itu berkat dari pelatihan, sosialisasi dan sebagainya,” tambahnya.
Meskipun secara total menurun, kebakaran lahan kosong dan pembakaran sampah tetap mendominasi. Tercatat ada 54 kasus kebakaran lahan kosong atau tebu dan 11 kasus di TPA atau tempat sampah.
Secara teknis, pembakaran sampah menjadi penyebab tertinggi dengan 62 kejadian, disusul oleh korsleting listrik sebanyak 44 kejadian.
”Kalau kebakaran sampah itu kan kebanyakan lahan kosong. Lahan kosong itu maksudnya adanya pembakaran ilalang dan rumput-rumput kering itu yang menjadikan perambatan,” kata Sumino.
Selain itu, kebakaran juga menyasar objek bangunan dengan rincian 51 rumah atau bangunan, 21 oven kayu dan 12 kandang ternak.
Sisanya tersebar pada objek lain seperti kendaraan, instalasi listrik, hingga rumpun bambu.
Untuk menekan angka kebakaran lebih rendah lagi ke depannya, Sumino mendorong setiap instansi, perusahaan hingga rumah tangga untuk memiliki sistem proteksi kebakaran secara mandiri.
”Kita mendorong kepada semua lapisan masyarakat itu agar ketersediaan alat pemadam kebakaran APAR itu. Bisa juga menggunakan cara kain-kain basah atau karung goni atau fire blanket itu yang harus disediakan oleh masyarakat. Untuk mengantisipasi kejadian kebakaran di awal,” ujarnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras