RADARSOLO.COM - Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan pengembangan situs Candi Plaosan Tahap 1 di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, pada Rabu (21/1/2026) malam.
Langkah tersebut menjadi tonggak awal transformasi Candi Plaosan sebagai destinasi budaya yang lebih modern dan berkelanjutan.
Pengembangan tahap pertama ini difokuskan pada peningkatan kualitas layanan bagi pengunjung tanpa mengesampingkan prinsip pelestarian.
"Pengembangan situs Candi Plaosan tahap 1 yang meliputi penataan area masuk, entrance gate dan area parkir. Dibiayai melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2025 ini bertujuan untuk menciptakan kawasan yang lebih representatif,” ujar Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB) Indira Estiyanti Nurjadin, Rabu (21/1/2026) malam.
Lebih lanjut, Indira menjelaskan, bahwa situs Candi Plaosan merupakan kompleks cagar budaya penting yang dibangun sejak abad ke-8 Masehi. Kemudian berkembang hingga pertengahan abad ke-9.
"Melalui pengembangan tahap 1 ini diharapkan akses masuk ke kawasan Candi Plaosan menjadi lebih tertib dan representatif. Pengelolaan parkir menjadi lebih aman dan nyaman. Kualitas pengalaman pengunjung meningkat tanpa mengurangi prinsip pelestarian cagar budaya," tuturnya.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan apresiasi atas rampungnya fasilitas penunjang kawasan situs Candi Plaosan. Seperti area parkir, toilet, dan gerbang masuk.
"Mudah-mudahan dengan hadirnya Candi Plaosan dengan wajah yang semakin baik dan hidup. Tentunya dengan parkiran dan layanan bagi masyarakat yang semakin nyaman. Semakin banyak juga pengunjung ke sini (Candi Plaosan),” ujar Fadli Zon.
Lebih lanjut, Ia yakin, dengan melalui pengembangan situs Candi Plaosan Tahap 1 itu mampu menarik wisatawan.
Terutama wisatawan domestik, khususnya anak muda dan juga dari mancanegara.
Ditambah dengan kunjungan wisatawan ke Klaten yang mencapai 7,5 juta orang sepanjang 2025, Fadli Zon optimis wajah baru Candi Plaosan akan meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Kota Bersinar untuk ke depannya.
Begitu juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui ekosistem wisata kuliner, religi, dan sejarah yang terkurasi.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyambut antusias peresmian pengembangan tahap 1 kawasan Candi Plaosan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon tersebut.
Dia optimistis bahwa penataan kali ini akan membawa Candi Plaosan naik kelas dari sekadar destinasi lokal menjadi ikon kebanggaan Indonesia di mata dunia.
“Candi Plaosan memiliki nilai jual yang luar biasa karena latar belakang sejarahnya yang unik, yakni perpaduan harmonis antara corak Hindu dan Buddha yang tetap terjaga hingga kini,” ujar Hamenang.
Lebih lanjut, Hamenang secara khusus meminta kepada Kementerian Kebudayaan agar pembangunan tidak berhenti di sini.
Ia berharap tahap kedua dapat dilaksanakan sesegera mungkin agar lanskap kawasan terlihat sempurna.
"Yang tentu berikutnya kami memohon agar kemudian nanti tahap 2 tidak ada jeda. Kalau bisa juga tahun ini, sehingga kami bisa menikmati lanskap utuh dari pengembangan kawasan Candi Plaosan," tuturnya.
Guna mendukung popularitas Candi Plaosan pasca penataan, Pemkab Klaten telah menyiapkan serangkaian acara bergengsi. Termasuk event tingkat dunia pada bulan Mei mendatang.
"Tahun ini kami juga menyelenggarakan beberapa festival yang akan berkaitan dengan Candi Plaosan. Yang pertama akan ada festival Candi Kembar, kegiatan tahunan. Kemudian yang kedua pada Mei, kita akan ngunduh acara internasional yakni cycling festival yang akan diikuti 40 negara Eropa,” ujar Hamenang. (ren/adi)
Editor : Adi Pras