RADARSOLO.COM – Kabar membanggakan datang dari arena ASEAN Para Games 2025 di Thailand yang berlangsung 20-26 Januari 2026.
Atlet asal Kabupaten Klaten, Akhmad Saidah sukses menyumbangkan medali emas untuk kontingen Indonesia melalui cabang olahraga (cabor) Para Fencing (Anggar Kursi Roda) pada nomor Putra Floret Individual Kategori A.
Keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan persiapan matang yang dilakukan sang atlet sejak jauh-jauh hari.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Klaten Sri Mulyo saat memberikan keterangan terkait capaian para atlet binaannya.
Menurut Sri Mulyo, raihan emas tersebut tidak lepas dari proses panjang yang dilalui Akhmad Saidah. Mulai dari kesuksesan di Peparnas Solo hingga menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas).
"Persiapan khusus untuk ASEAN Para Games ini dilakukan selama tiga bulan di Pelatnas. Namun, sebelum masuk Pelatnas, kami di NPCI Klaten sudah melakukan pelatihan secara rutin sebagai pondasi awal," ujar Sri Mulyo saat dihubungi radarsolo.com pada Jumat (23/1/2026).
Selain emas dari Akhmad Saidah, atlet Klaten lainnya juga sudah mengamankan medali melalui Aisyah Dido Berlianni. Ia berhasil meraih medali perunggu pada cabor Para Shooting (Menembak) di nomor R4 Mixed 10 m Air Rifle Standing SH2.
Untuk keterwakilan atlet Klaten dalam kontingen Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Jika biasanya hanya mengirimkan 2 atau 3 atlet, pada ASEAN Para Games 2025 ini terdapat empat atlet asal Klaten yang berlaga.
Mereka adalah Akhmad Saidah pada cabor para fencing yang telah meraih medali emas. Kemudian Aisyah Dido Berlianni pada cabor para shooting yang meraih medali perunggu.
Sedangkan untuk dua atlet lainnya yakni Novia Larassati pada cabor blind judo dan Andi Santoso untuk cabor para tenis meja.
"Untuk dua atlet lainnya (Novia dan Andi) masih dalam tahap penyisihan karena ini masih hari-hari awal kompetisi. Mohon doanya agar judo dan tenis meja juga bisa memberikan medali bagi Indonesia," tambah Sri Mulyo.
Sejak gelaran ASEAN Para Games VI di Solo, atlet Klaten konsisten berpartisipasi dan menyumbang prestasi. Untuk menjaga tren positif ini, NPCI Klaten telah menyiapkan tiga strategi utama
Dimulai dari melakukan pembinaan berjenjang dan berkelanjutan dari tingkat dasar hingga profesional. Kemudian melakukan rekrutmen dengan mendorong atlet usia sekolah untuk bersiap menghadapi event tingkat pelajar.
“Lalu aktif mencari bibit-bibit baru yang memiliki potensi di bidang olahraga disabilitas melalui talent scouting,” ujarnya.
Sri Mulyo pun juga menitipkan harapan kepada pemerintah daerah untuk mendukung basis data kependudukan. Hal itu untuk pengembangan atlet disabilitas asal Klaten dalam mengikuti berbagai ajang olahraga.
"Kami berharap pemerintah membantu NPCI dalam penyediaan data disabilitas usia pelajar dan produktif. Data ini penting bagi kami untuk membina dan mengembangkan mereka menjadi atlet masa depan yang membanggakan," ujarnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras