RADARSOLO.COM – Persiapan untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026 pada Jalan Tol Solo-Jogja terus dilakukan.
Bahkan segmen ruas Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,4 km dipastikan siap dioperasikan secara fungsional.
Hal itu ditegaskan PT Jasa Marga, Korlantas Polri, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Jasa Raharja melakukan tinjauan lapangan di Gerbang Tol (GT) Prambanan, Klaten pada Jumat (23/1/2026).
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Rivan Achmad Purwantono mengungkapkan, kesiapan infrastruktur dari Prambanan, Klaten hingga Purwomartani, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah hampir tuntas.
Ruas tersebut diproyeksikan menjadi solusi pemecah kemacetan yang kerap terjadi di jalur arteri. Yakni di Jalan Raya Solo-Jogja sebagai penghubung Jawa Tengah dan DIY.
”Seluruh ruas dari Prambanan sampai dengan Purwomartani progresnya sudah 95 persen. Memang ada beberapa titik di bagian elevated (layang) yang sedang dalam konstruksi akhir serta penyelesaian upgrade dan operate. Namun, pada saat arus mudik nanti, kami pastikan siap digunakan masyarakat," ujar Rivan.
Rivan menambahkan, penambahan ruas fungsional tersebut sangat krusial, mengingat beban kendaraan yang tinggi.
"Di seksi (GT) Prambanan ini, volume kendaraan harian mencapai 15.000 unit dan saat Lebaran bisa melonjak hingga 25.000 kendaraan per hari. Dengan kapasitas 1.000 kendaraan per jam. Maka itu ruas fungsional akan sangat membantu mengurai kepadatan dari Prambanan sampai Kalasan," tambahnya.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan, pihaknya telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas. Terutama di titik keluar (exit) tol yang berpotensi mengalami penyumbatan arus kendaraan.
"Tahun lalu ruas Prambanan-Purwomartani belum difungsikan, tahun ini kami pastikan buka. Kami akan lihat situasinya, apakah nanti diprioritaskan keluar di Prambanan atau langsung di Purwomartani. Skenario satu arah (one way) atau dua arah akan diputuskan berdasarkan dinamika di lapangan," jelas Kakorlantas.
Untuk mendukung keputusan yang akurat, Jasa Marga akan memasang tambahan kamera counting dan radar untuk memantau pergerakan arus kendaraan dari arah Jakarta maupun Trans Jawa secara real-time.
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan menjelaskan, pembukaan jalur fungsional ini merupakan langkah antisipasi yang sangat baik mengingat beban Tol Semarang yang sudah sangat padat.
”Ini memberikan alternatif luar biasa bagi pemudik yang akan menuju Magelang, Temanggung, maupun dari Solo ke Jogja. Kami mencatat ada titik kritis di Kalasan dan Purwomartani yang terus dikaji. Survei terakhir akan dilakukan bersama Kapolres sebelum benar-benar dioperasikan agar aspek keselamatan tetap terjaga," kata Aan.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, mengapresiasi kolaborasi lintas sektoral tersebut.
Ia menekankan bahwa tujuan utama pengoperasian fungsional Prambanan-Purwomartani bukan sekadar kelancaran arus semata tetapi juga menekankan pada aspek keselamatan berkendara.
”Upaya rekayasa dan fungsional ruas Purwomartani ini diharapkan mampu menurunkan tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keselamatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan," tutur Awaluddin.
Jalan Tol Solo-Jogja ruas Prambanan-Purwomartani ini diharapkan dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih nyaman bagi masyarakat pada periode Lebaran 2026 mendatang.
Sekaligus memangkas waktu tempuh secara signifikan menuju wilayah Yogyakarta bagian utara dan sekitarnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras