Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Percepat Restorasi Candi Plaosan Klaten, Menteri Fadli Zon Dorong Pemanfaatan AI

Angga Purenda • Minggu, 25 Januari 2026 | 19:41 WIB
Candi Plaosan di Prambanan, Klaten, merupakan salah satu peninggalan sejarah yang masih terjaga hingga saat ini. (Angga Purenda/Radar Solo)
Candi Plaosan di Prambanan, Klaten, merupakan salah satu peninggalan sejarah yang masih terjaga hingga saat ini. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan pentingnya lompatan teknologi dalam melestarikan cagar budaya bangsa.

Pemerintah mendorong pemugaran lima candi perwara di Candi Plaosan, Kecamatan Prambanan, Klaten tidak lagi menggunakan metode konvensional yang lambat.

Melainkan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Fadli Zon menyoroti lambatnya proses restorasi selama ini. Ia mencontohkan pemugaran candi perwara di Prambanan yang memakan waktu hingga puluhan tahun.

Jika pola lama tetap dipertahankan di Candi Plaosan, ia khawatir anak cucu kita tidak akan sempat melihat kemegahan candi tersebut secara utuh.

"Kalau pakai teknik sekarang, mungkin menunggu 50 tahun lagi juga belum tentu selesai. Saya minta ini kalau bisa dua tahun rampung dengan bantuan teknologi. Jangan hanya pakai metode 'susun-coba' manual. Pakailah AI untuk mengidentifikasi batu-batu itu," tegas Fadli Zon saat meresmikan pengembangan Tahap I Candi Plaosan di Desa Bugisan, Klaten, belum lama ini.

AI sebagai "penyusun puzzle" raksasa pemanfaatan AI diproyeksikan mampu mempercepat proses identifikasi dan pencocokan fragmen batu candi yang berserakan.

Menurut Fadli, teknologi ini akan bekerja layaknya pemecah kode untuk menyusun puzzle batu artefak yang kompleks.

"Sekarang sudah ada AI. Tinggal identifikasi batu-batu lama yang ada, lalu disusun. Jika ada bagian yang kurang, baru ditambah batu baru sesuai aturan cagar budaya yang berlaku," jelasnya.

Ia optimistis, dengan sentuhan teknologi, satu candi perwara yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun bisa diselesaikan hanya dalam hitungan bulan.

Selain teknologi, Menbud juga ingin menyuntikkan energi muda dalam proyek ini. Ia berencana melibatkan siswa SMK jurusan bangunan melalui program workshop pemugaran.

Langkah ini diambil untuk menciptakan regenerasi tenaga ahli pelestarian budaya yang melek teknologi.

Rencana ambisius ini mendapat dukungan nyata melalui skema Public Private Partnership.

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima hibah dari Djarum Foundation untuk memugar lima candi perwara di Plaosan serta dua Candi Semar di Dieng.

"Seluruh proyek ini ditargetkan tuntas pada akhir 2026. Dukungan dari sektor swasta ini menjadi preseden penting bagaimana pemerintah dan publik bisa bahu-membahu menjaga warisan nasional," ujar Indira.

Dengan kolaborasi antara kecanggihan AI, ketangkasan tenaga muda, dan dukungan sektor swasta, Candi Plaosan bersiap menyambut wajah barunya dalam waktu yang jauh lebih singkat dari perkiraan semula. (ren/bun)

Editor : Adi Pras
#prambanan #klaten #ai #candi plaosan #menteri kebudayaan fadli zon