Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pria Asal Polanharjo Klaten Pulang ke Rumah Setelah 10 Tahun Hilang

Angga Purenda • Selasa, 27 Januari 2026 | 16:37 WIB
Sriyanto (dua dari kiri) saat kembali pulang ke rumah di Desa Glgagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Senin (26/1/2026). (Dokumentasi Pemdes Glagahwangi)
Sriyanto (dua dari kiri) saat kembali pulang ke rumah di Desa Glgagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Senin (26/1/2026). (Dokumentasi Pemdes Glagahwangi)

RADARSOLO.COM – Suasana salah satu rumah warga Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Klaten pada Senin (26/1/2026) sore mendadak haru.

Sriyanto, 51, pria yang selama hampir satu dekade menghilang tanpa rimbanya, akhirnya melangkah kaki kembali ke tanah kelahirannya.

Kepulangannya diantar oleh petugas Dinsos dan P3APPKB Klaten. Ia ditemukan di Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur yang jaraknya ratusan kilometer dari rumahnya. Bagi keluarga, hampir 10 tahun tanpa kabar menjadi waktu yang sempat memupus harapan.

Alhamdulillah, akhirnya keluarga komplet lagi. Biasanya kami bertiga di rumah bersama istri saya,” ujar Sriyoto, 44, adik kandung Sriyanto dengan nada suara yang bergetar karena haru saat ditemui di kediamannya.

Bagi Sriyoto dan keluarga besar di Glagahwangi, kehadiran Sriyanto adalah kado awal tahun yang tak ternilai. Setelah hampir sepuluh tahun tak bertemu, kini telah kembali menjadi keluarga yang utuh.

Keluarga Sriyanto sebenarnya masih memiliki keyakinan dan harapan walau tipis. Meski hampir 10 tahun tidak ada kabar hingga akhirnya kembali ke rumah.

Sriyanto selama ini sering pergi keluar rumah mencari melinjo untuk dijual. Sesekali juga bekerja secara serabutan seperti bersih-bersih rumah sebelum akhirnya dinyatakan hilang.

Selama menghilang, Sriyanto tak menggunakan nama aslinya. Saat di Pacitan, dia lebih dikenal dengan nama Bambang.

Ia bertahan hidup dengan menempati sebuah bekas gedung sekolahan di wilayah Punung.

Keberadananya terselamatan berkat uluran tangan seorang relawan kemanusiaan bernama Murwati Handayani atau akrab disapa Bu Titik. Ia bersama warga sekitarnya memberi makan Sriyanto setiap harinya.

Meski secara fisik tampak sehat dan mampu berkomunikasi, Sriyanto diketahui memiliki keterbatasan mental ringan. Hal inilah yang diduga menjadi pemicu ia pergi dari rumah hampir satu dekade silam.

Kepala Desa Glagahwangi Desy Harini menekankan pentingnya pendekatan emosional dari keluarga agar kejadian serupa tidak terulang.

”Harapannya harus lebih diperhatikan. Jangan digetak-getak (dimarahi dengan keras). Harus legowo menerima kekurangannya karena pikirannya beda dengan kita. Harus sabar agar beliau betah di rumah,” pesan Desy.

Pemdes Glgagahwangi bergerak cepat memastikan Sriyanto mendapatkan haknya kembali. Beruntung, meski telah lama menghilang, nama Sriyanto masih terdaftar dalam kartu keluarga (KK) dan sistem disdukcapil.

Dia juga menjadi calon penerima bantuan langsung tunai (BLT) Desa untuk anggaran tahun 2026. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #pacitan #Bantuan Langsung Tunai #BLT #Polanharjo #Dinsos dan P3APPKB Klaten