RADARSOLO.COM- Sebanyak 135 siswa SMK Negeri 1 Gantiwarno, Klaten, terpaksa dipindahkan ke ruang kelas sementara untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).
Keputusan itu diambil pihak sekolah setelah gedung kelas mereka mengalami kerusakan cukup serius pasca diguncang gempa bumi pada Selasa (27/1/2026) siang.
Kerusakan bangunan terjadi di beberapa titik, terutama pada ruang kelas Jurusan Busana baik Kelas X dan XI.
Retakan besar terlihat memanjang dari bagian atas hingga bawah dinding. Selain itu, beberapa atap tampak melengkung dan plafon dilaporkan jatuh.
Kepala SMKN 1 Gantiwarno Endri YB menegaskan bahwa pengosongan ruang kelas dilakukan demi keselamatan nyawa siswa.
"Kerusakannya cukup mengkhawatirkan karena retaknya dari atas sampai bawah. Kami tidak mau berspekulasi karena keselamatan murid jauh lebih utama. Sementara ini, empat kelas yang terdampak kami pindahkan," ujar Endri saat ditemui di sekolah, Rabu (28/1/2026).
Meski gedung mengalami kerusakan, pihak sekolah menjamin hak belajar siswa tidak terganggu.
Sebanyak 135 siswa dari empat kelas tersebut dipindahkan ke ruang kelas XII yang saat ini sedang kosong.
"Kebetulan seluruh kelas XII yang berjumlah ratusan siswa sedang menjalani praktik kerja industri (prakerin). Jadi ruangannya kosong dan bisa kita gunakan untuk pembelajaran kelas X dan XI agar mereka tidak terpengaruh," jelasnya.
Mengingat wilayah Gantiwarno pernah terdampak parah pada gempa 2006, getaran gempa yang terjadi pada Selasa (27/1/2026) Pukul 13.15 kemarin sempat memicu trauma bagi para guru dan siswa.
"Saat gempa besar terjadi, siswa semua langsung keluar. Bapak dan Ibu guru yang pernah mengalami gempa 2006 traumanya jauh lebih besar. Setelah situasi ditenangkan, sekolah mengambil kebijakan untuk memulangkan siswa lebih awal agar mereka lebih tenang di rumah," kenang Endri.
Berdasarkan dari pantauan radarsolo.com di SMK N 1 Gantiwarno, akibat gempa Bantul mengakibat lantai pada salah satu ruangan juga bergelombang. Seperti adanya tekanan dari bawah ke atas sehingga perlu segera dilakukan perbaikan.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 5 Jawa Tengah Basikun langsung meninjau lokasi pada Rabu (28/1/2026) setelah menerima laporan kerusakan. Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Alhamdulillah, meskipun fisik ada kerusakan, tidak ada yang menjadi korban. Kami melihat ada dinding yang retak, atap bergelombang dan plafon jatuh. Antisipasi sekolah sudah sangat bagus dengan tidak menggunakan bangunan tersebut sementara waktu," kata Basikun.
Hingga saat ini, SMKN 1 Gantiwarno menjadi satu-satunya sekolah di bawah naungan Cabdin Wilayah 5 yang melaporkan kerusakan terdampak gempa kemarin.
Pihak sekolah dan Cabdin kini sedang bersurat kepada Dina PU Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah untuk melakukan analisis teknis mendalam.
Hal itu dilakukan guna memastikan keamanan struktur bangunan sebelum digunakan kembali. (ren/adi)
Editor : Adi Pras