RADARSOLO.COM- Tokoh di balik kesuksesan Desa Wisata Ponggok, Junaedhi Mulyono, resmi didapuk sebagai Ketua Umum DPP Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) periode 2026-2031.
Kepala Desa (Kades) Ponggok ini terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) V APDESI yang digelar di Jakarta, Kamis (29/1/2026) malam.
Pemilihan yang dipimpin oleh Ketua DPD APDESI Jawa Timur sekaligus menjabat Dewan Pengarah Munas APDESI V Sunan Bukhori itu awalnya memunculkan dua kandidat kuat, yakni Junaedhi Mulyono dan Sumali (Ketua DPD APDESI Kalimantan Timur).
Namun, melalui dinamika yang demokratis, Sumali secara legowo memberikan dukungan penuh kepada Junaedhi, yang kemudian disepakati secara bulat oleh seluruh pemilik hak suara dari DPD APDESI se-Indonesia.
Junaedhi menegaskan visinya untuk membawa keberhasilan tata kelola Desa Ponggok ke level nasional. Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas hanya bisa dicapai jika fondasinya, yakni desa sudah menjadi Desa Emas.
"Intinya kalau kita bicara Indonesia Emas, harus ada Desa Emas yang muncul di seluruh Indonesia. Untuk itu, kita harus siapkan SDM-nya dengan standarisasi yang jelas," ujar Junaedhi saat dihubungi awak media melalui telepon, Jumat (30/1/2026).
Ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam tata kelola desa. Menurutnya, desa harus dikelola layaknya institusi profesional di mana pengelola BUMDes dan koperasi desa diisi oleh orang-orang bersertifikasi dan berkompeten.
Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Junaedhi akan segera membentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan dan menyiapkan pelantikan. Ia mengakari bahwa tantangan internal APDESI cukup besar, terutama terkait penataan organisasi di tingkat daerah.
"Ke depan kami harus konsolidasi dulu. Banyak DPD yang saat ini kepengurusannya masih dijabat oleh Plt atau belum mengadakan musyawarah daerah. Ini akan kita tuangkan semua dalam program kerja," jelasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya di hadapan peserta Munas, Junaedhi juga menggarisbawahi peran vital desa dalam mendukung program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Seperti Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Investasi paling penting adalah pendidikan. Di Ponggok, kami punya program 'Satu Keluarga Satu Mahasiswa'. SDM unggul inilah yang akan menjadi tulang punggung keberhasilan program Asta Cita di desa-desa," ujarnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras