RADARSOLO.COM - Ribuan warga memadati Lapangan Merdeka, Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Klaten pada Minggu (8/2/2026) pagi.
Mereka antusias menghadiri Festival Durian Randulanang yang kembali digelar sebagai salah satu agenda unggulan Kabupaten Klaten.
Acara dibuka dengan kirab budaya yang membawa tiga gunungan.
Berisikan hasil bumi berupa sayur mayu dan buah durian yang sudah dikemas dikirab ke panggung utama.
Sesampai di panggung utama, ketiga gunungan itu diperebutkan masyarakat.
Plt Kepala Disbudporapar Klaten hingga Forkopimcam melempar isian gunungan ke arah pengunjung untuk diperebutkan.
Setelah itu dilanjutkan dengan pembagian 6.000 paket duria gratis kepada para pengunjung yang hadir sejak pagi hari. Mereka menukar kupon yang didapatkan di awal acara dengan satu paket durian.
Salah satu pengunjung yang mendapatkan paket buah durian gratis, Lita, 27, sengaja datang jauh-jauh dari Kecamatan Wedi demi mencicipi durian khas Randulanang.
Ia memboyong suami dan anaknya dan sudah tiba di lokasi sejak pukul 07.00 WIB.
"Dapat tiga kupon, tadi datang sama suami dan anak. Penasaran karena durian sini terkenal enak. Rasanya itu khas, manis tapi ada pahit-pahitnya. Memang durian Jatinom dan Karangnongko itu yang paling mantap," ujar Lita saat ditemui di lokasi, Minggu (8/2/2026).
Lebih lanjut, Lita mengaku sudah dua kali datang ke Festival Durian tersebut. Rela datang Pukul 07.00 dan menunggu hingga sekira Pukul 10.00 saat paket durian gratis itu dibagikan.
Meski harus menunggu hingga tiga jam lamanya bersama sang suami dan anak tetapi cukup terpuaskan dengan sajian durian yang diperoleh. Setidaknya dalam satu paket terdapat empat sampai biji durian.
"Sudah dari dulu durian di Randulanang ini begitu nikmat. Apalagi ada cita rasa manis dan pahitnya yang begitu khas. Kami sekeluarga menyukainya," ujar Lita.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Purwanto menyampaikan bahwa Festival Durian Randulanang telah resmi masuk dalam Calendar of Event Kabupaten Klaten.
"Ini adalah main event untuk mengangkat potensi unggulan Jatinom. Kami sangat mendukung gagasan Bapak Camat untuk mewujudkan Desa Wisata Kampung Durian. Ini luar biasa untuk mengangkat ekonomi lokal," kata Purwanto dalam sambutannya.
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan festival ini dapat dikemas lebih profesional agar mampu menarik wisatawan dari luar daerah secara lebih masif.
Terbukti, pada penyelenggaraan kali ini, pengunjung tidak hanya datang dari Klaten, namun juga dari Sukoharjo, Semarang, hingga Surabaya.
"Semoga ke depan festival ini semakin maju dan bisa menjadi salah satu kalender event nasional," ujar Purwanto.
Camat Jatinom Agus Sunyata menjelaskan bahwa festival kali ini memiliki misi khusus untuk memajukan petani lokal di Kecamatan Jatinom. Secara khusus di Desa Randulanang tersebut.
Ia menegaskan bahwa 6.000 paket durian yang dibagikan adalah hasil bumi asli dari kebun-kebun milik warga Desa Randulanang dan sekitarnya.
"Tahun ini saya libatkan langsung RT dan RW untuk mengumpulkan durian dari warga, bukan dari bakul besar. Kami ingin durian lokal benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Agus.
Ia menambahkan, saat ini para petani di Randulanang mulai didampingi untuk untuk menanam durian varietas premium. Seperti Bawor, Musang King, Montong hingga Duri Hitam.
"Harapan kami ke depan Randulanang tidak hanya punya festival, tapi benar-benar menjadi Kampung Durian. Ternyata varietas premium bisa tumbuh subur di sini (ketinggian 50-800 MDPL). Jadi petani tidak hanya menanam lokal, tapi juga durian premium yang bernilai ekonomi tinggi," tambahnya. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono