RADARSOLO.COM- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. DR. Abdul Mu'ti meresmikan hasil revitalisasi 92 satuan pendidikan di Kabupaten Klaten Tahun Anggaran 2025.
Acara peresmian dipusatkan di halaman SMP Negeri 6 Klaten, Rabu (11/2.2026), yang juga dihadiri langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Peresmian ditandai penandatanganan prasasti oleh Mendikdasmen didampingi Bupati Klaten.
Menandai babak baru bagi puluhan sekolah di Klaten untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa revitalisasi tersebut merupakan bagian dari tugas besar Presiden RI untuk memastikan kondisi fisik sekolah di seluruh Indonesia layak digunakan.
Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk memperbaiki 16.167 satuan pendidikan secara nasional, termasuk puluhan sekolah di Klaten.
"Revitalisasi ini adalah kebijakan Bapak Presiden agar semua sekolah layak secara fisik. Di lapangan itu ada sekolah yang megah, ada sekolah yang megahi (memprihatinkan). Nah, sekolah yang megahi itulah yang kita revitalisasi," ujar Abdul Mu'ti.
Ia juga memberikan sinyal positif bagi Kabupaten Klaten untuk tahun ini. Terkait jumlah sekolah yang akan direvitalisasi.
"Jika 2025 dengan 16.000 sekolah secara nasional, Klaten mendapat 92 sekolah. Maka 2026 saat target meningkat menjadi 70.000 sekolah, Klaten insyaallah bisa dapat lebih dari 100 sekolah," tambahnya.
Mu'ti berharap satuan pendidikan yang sudah selesai direvitalisasi dapat memberikan manfaat. Sekaligus menjadi sarana yang mendukung kualitas pembelajaran.
Kepala SMPN 6 Klaten Yustina Nevi Kusharini mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima sekolahnya.
Untuk di SMPN 6 Klaten, revitalisasi mencakup rehabilitasi dua ruang kelas, dua toilet dan satu rumah dinas guru.
"Bantuan ini sangat membantu kami memperbaiki sarana prasarana guna mendukung proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan layak. Selain itu, ada dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat karena proses pengerjaannya melibatkan tenaga kerja lokal," jelas Yustina.
Ia berharap program tersebut terus berkelanjutan demi mewujudkan sekolah yang representatif di masa depan.
Sementara itu, Bupati Klaten Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat. Terutama atas perhatiannya terhadap infrastruktur pendidikan di Klaten.
Bagi Hamenang, SMP Negeri 6 Klaten memiliki tempat spesial karena ia merupakan alumni sekolah tersebut.
"SMPN 6 ini dulu bukan sekolah favorit, tempat anak-anak yang memiliki kemampuan khusus. Tapi terbukti, jika dipoles dengan tepat, potensinya luar biasa. Salah satu alumninya bisa jadi Bupati," kenangnya
Pada kesempatan itu, Hamenang juga menekankan pentingnya transformasi digital di tengah disrupsi informasi.
"Anak-anak sekarang kalau hanya pintar akademik itu mudah. Tinggal tanya ChatGPT atau Google. Maka tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan dan karakter melalui digitalisasi, yang tentu harus didukung infrastruktur fisik yang memadai," ujarnya. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono