RADARSOLO.COM– Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Bayat, Klaten, pada Selasa (17/2/2026) sore sekira pukul 16.00.
Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini mengakibatkan kerusakan bangunan di tiga desa dan membuat sejumlah pohon tumbang.
Angin kencang tersebut dilaporkan melanda wilayah Desa Paseban, Beluk dan Krikilan.
Salah satu dampak yang paling mencolok adalah terbangnya atap galvalum milik sebuah toko bangunan yang kemudian menimpa bangunan joglo di seberang jalan.
Salah satu saksi mata sekaligus korban terdampak, Bejo, 60, pemilik warung soto di perbatasan Desa Paseban dan Beluk menceritakan kengerian saat angin puting beliung datang sesaat setelah waktu salat Asar.
"Anginnya muser (berputar) terus mengangkat (benda-benda). Warung saya belum buka, rencana mau buka jam 17.00. Untungnya saya belum sampai di lokasi saat kejadian," ujar Bejo, Selasa (17/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa genting warungnya bergeser berantakan.
Namun, kerusakan lebih parah terlihat pada bangunan di seberang jalan.
"Itu galvalum dari toko material seberang jalan terbang sampai menimpa bangunan Joglo. Tingginya sekitar 12-15 meter, sampai bisa melewati pohon mangga," tambahnya.
Dampak angin juga dirasakan oleh para pedagang kecil.
Seman, 41, seorang pedagang angkringan yang mangkal di depan kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Bayat.
Ia mengaku mendapati gerobaknya sudah dalam kondisi hancur.
Baca Juga: Jembatan Kali Sambi Giriwoyo Wonogiri Diresmikan, Akses Siswa-Warga Terbantu
"Tadi sudah selesai menata peralatan, lalu saya pulang sebentar untuk ambil barang dagangan. Pas kembali ke sini, kondisi sudah banyak orang dan gerobak saya rusak. Gelas dan ceret juga banyak yang pecah," kata Seman.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Anjung Darojati mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat (TRC) sudah berada di lapangan untuk melakukan asesmen pasca kejadian.
Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 30 rumah yang mengalami kerusakan.
"Mayoritas kerusakan pada bagian atap. Ada genteng yang rontok, atap terbawa angin, hingga bangunan yang tertimpa pohon tumbang. Kejadian tersebar di tiga desa, yaitu Krikilan, Paseban, dan Beluk," jelas Anjung.
Selain angin kencang, BPBD juga menerima laporan banjir di wilayah Desa Ngerangan dan Dukuh akibat curah hujan yang tinggi di waktu yang bersamaan.
Upaya pembersihan material skala besar dilakukan pada Rabu (18/2/2026). Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan relawan Bayat.
"Untuk material galvalum yang menimpa bangunan joglo, sudah kami bantu turunkan kemarin sesuai permintaan pemilik toko," ujar Anjung.(ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono