Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Satu Tahun Pimpin Klaten: Ini Pekerjaan Rumah Terbesar Bupati Hamenang

Angga Purenda • Minggu, 22 Februari 2026 | 13:36 WIB

 

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo sidak ke sejumlah Puskesmas dan kantor kecamatan
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo sidak ke sejumlah Puskesmas dan kantor kecamatan

RADARSOLO.COM- Tepat pada 20 Februari 2026 pemerintahan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo genap berjalan satu tahun.

Dalam kurun waktu tersebut, Hamenang mengaku terus berupaya melakukan akselerasi pembangunan meski di tengah keterbatasan anggaran.

Begitu juga tantangan pasca wafatnya sang partner, Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto.

​Dalam wawancara di sela-sela kegiatannya, Bupati Hamenang menyampaikan bahwa satu tahun ini merupakan masa transisi sekaligus fondasi untuk mendengar lebih banyak aspirasi masyarakat.

​Menyadari luasnya wilayah Kabupaten Klaten yang mencakup 401 desa dan kelurahan, Hamenang meluncurkan berbagai inovasi untuk memangkas jarak antara pemerintah dan warga.

Salah satunya adalah optimalisasi portal laporan digital.

​"Alhamdulillah di Februari ini pemerintahan kami berjalan 1 tahun. Tentu kalau bicara 1 tahun ini belum bisa aspirasi sekeluarga masyarakat kemudian bisa kami laksanakan. Tapi minimal kami sudah berproses dan kami mulai bisa mendengarkan lebih banyak lagi aduan masyarakat," ujar Hamenang saat diwawancarai Kamis (19/2/2026) .

Menurut bupati, portal Lapor Mas Bup menjadi ujung tombak komunikasi dua arah. Khususnya antara Pemkab Klaten dengan masyarakat.

"Kami ke lapangannya, ada kegiatan sambung rasa dan secara online-nya kami bikin portal lapor Mas Bup. Nah, Alhamdulillah ternyata cukup efektif sehingga masyarakat bisa memberikan saran, masukan, sekaligus susulan kepada kami melalui portal ini melalui WA. Kemudian kami koneksikan dengan OPD yang kemudian ditindak dengan cepat." ujar Hamenang.

​Bupati tidak menampik bahwa masalah infrastruktur, khususnya jalan, masih menjadi keluhan utama warga.

Pihaknya mengaku telah memodifikasi anggaran untuk mempercepat perbaikan.

Baca Juga: Bikin Gaduh di Rowo Jombor Klaten, 27 Motor Berknalpot Brong Digulung Polisi

​"Memang hari ini masalah utamanya masih berkaitan dengan infrastruktur. Kami juga terus berproses dan memodifikasi sehingga anggaran untuk perbaikan jalan tambal sulam ini kami tingkatkan. Kemudian tim yang mengerjakan kami tambah, tapi tentu karena luasnya wilayah di Kabupaten Klaten 401 Desa Kelurahan ini tidak bisa sulapan setahun selesai," jelasnya.

Hamenang meminta masyarakat untuk bersabar karena perbaikan dilakukan secara bertahap.

Meski begitu, ia memastikan ruas jalan yang rusak dan membutuhkan segera perbaikan tetap menjadi perhatiannya.

"Kami mohon permaklumannya, kami terus berproses. Ada yang kemudian kami tambal sulam dulu, ada juga ruas berkala kemudian kami cor beton dan juga aspal. Sehingga ya kami mohon pemahamannya, kesabarannya, tapi Insya Allah saya satu persatu akan kita selesaikan."

​Selain infrastruktur fisik, Hamenang menaruh perhatian besar pada distribusi lulusan sekolah agar tidak menjadi beban daerah, melainkan peluang pembangunan.

Pemkab Klaten kini tengah gencar menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder untuk penyaluran tenaga kerja ke luar negeri hingga beasiswa.

​"Ke depan kami juga sudah mulai berpikir, berproses bagaimana kami juga melihat sebuah potensi besar dari anak-anak muda Kabupaten Klaten yang setiap tahun itu kan ada kelulusan ribuan. Ini yang kemudian kami cek-cek bagaimana kemudian mereka setelah lulus ini bisa kita distribusi," ucapnya.

Bagi anak muda Klaten yang hendak melanjutkan kuliah dan buka usaha secara mandiri dipersilakan.

Sedangkan yang hendak bekerja, Pemkab telah bekerja sama dengan stakeholder yang ada. Mulai dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) baik yang ke Jepang, Korea Selatan, Jerman dan Tiongkok.

Di sisi lain, momen satu tahun tersebut juga dirasakan cukup berat bagi Hamenang. Kehilangan sosok Wakil Bupati yang berpulang beberapa waktu lalu membuat Hamenang harus menjalankan roda pemerintahan sendirian untuk sementara waktu.

​"Nah, itu juga yang kemudian ada sisi kami menjadi agak beratnya karena biasanya kami berdiskusi berdua, ngobrol berdua, sharing berdua, merencanakan program berdua. Hari ini dan mungkin dalam beberapa waktu ke depan kami harus sendirian terlebih dahulu sebelum nanti adakan proses di pimpinan partai politik," jelasnya

​Meski demikian, Hamenang berkomitmen untuk menuntaskan visi yang telah disusun bersama almarhum.

Terutama untuk merealisasikan 10 program prioritas, seperti dalan alus, padang dan banyu lancar.

Baca Juga: Berbeda dengan Sragen, Boyolali Ekstra Hati-hati Bangun Gedung KDMP di Lahan Sawah Dilindungi: Ini Alasannya

"Tapi realitasnya beliau berpulang dan kita cukup bersedih kita ditinggal oleh beliau tapi hidup harus berlanjut. Maka kemudian hari ini yang bisa kita lakukan adalah bagaimana kemudian apa-apa yang sudah kita sepakati, apa-apa yang sudah direncanakan harus terus kami jalankan. Kami yang ditinggalkan oleh beliau ini harus tetap bersemangat," paparnya.

​Satu tahun perjalanannya memimpin Klaten, Bupati Hamenang mengajak seluruh warga Klaten untuk tetap kritis namun mendukung program pemerintah agar berjalan optimal.

​"Nggih, harapan untuk warga masyarakat Klaten nggih selalu mendukung pemerintah agar kemudian kami bekerja bisa lebih optimal. Di sisi lain monggo silakan kritik yang membangun kami persilakan," ujarnya

Ditambah saran, masukan dan harapan yang bisa disampaikan melalui kanal lapor Mas Bup ataupun melalui sosial media miliknya agar kemudian dirinya ada kontrolnya.

Begitu juga pihaknya bisa mendapatkan informasi yang lebih up-to-date berkaitan dengan kebutuhan yang ada di masyarakat. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#anggaran terbatas #kerusakan jalan #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #satu tahun kepemimpinan bupati klaten hamenang #pekerjaan rumah