Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ludes dalam Sejam! Beras dan Cabai Jadi Primadona Distribusi Subsidi Pangan di Pasar Gedhe Klaten

Angga Purenda • Selasa, 24 Februari 2026 | 14:41 WIB

Penyaluran subsidi pangan dengan berbagai komoditas di Pasar Gedhe Klaten, Selasa (24/2/2026).
Penyaluran subsidi pangan dengan berbagai komoditas di Pasar Gedhe Klaten, Selasa (24/2/2026).

​RADARSOLO.COM-Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menggandeng PT Jawa Tengah Agro Berdikari(JTAB) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten menggelar penyaluran subsidi pangan di Pasar Gedhe Klaten, Selasa (24/2/2026).

Hal itu dilakukan guna mengendalikan harga sembako selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah

Kegiatan tersebut menyasar komoditas yang tengah mengalami kenaikan harga signifikan. Terutama cabai rawit dan beras.

​Dalam kegiatan itu, pemerintah menyediakan berbagai komoditas pangan lokal dan strategis dengan harga di bawah pasar.

Seperti cabai rawit dengan membawa sekira 200 kg dan dijual dengan harga Rp65 ribu per kg.

Harga itu jauh lebih murah dibandingkan di pasaran yang bisa mencapai Rp100 ribu-Rp110 ribu per Kg.

Kemudian ada juga beras organik Mentik Wangi dengan ketersediaan sekira 200 kg yang dibanderol Rp15 ribu per kg.

Begitu juga ​tepung mocaf sebanyak 40 pack yang dijual dengan harga Rp6.000 per pack.

Ada juga mie mocaf sebanyak 60 pack yang dibanderol dengan harga Rp5.000 per pack.

Sementara itu, hanya dalam waktu satu jam, komoditas beras ludes terjual .

Sekalipun sebenarnya dalam pembelian dibatasi maksimal 3 Kg per orang.

​Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Pemprov Jateng Slamet Wiyono menjelaskan, bahwa agenda tersebut merupakan upaya intervensi pemerintah untuk menekan inflasi.

Baca Juga: Rapor Satu Tahun Kepemimpinan Respati-Astrid: Legislatif Nilai Rumah Siap Kerja Belum Efektif, Komunikasi Publik Disorot

Khususnya pada komoditas cabai yang harganya sedang melambung tinggi.

​"Tujuannya memang untuk stabilisasi harga. Karena harga cabai sekarang terlalu tinggi di pasar tradisional, maka kita luncurkan subsidi ini," terang Slamet.

"Selain itu, kami juga mengenalkan pangan lokal seperti mocaf, beras analog dan sorgum sebagai pendamping beras," imbuh dia.

​Slamet menambahkan, khusus untuk beras organik, penyaluran dibatasi maksimal 3 kilogram per orang dan diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah.

"Ini tidak berlaku untuk ASN, TNI, Polri, maupun pegawai BUMN/BUMD," tegasnya.

Ia melihat, antusiasme warga Klaten tergolong luar biasa. Mengingat stok 200 kg beras habis hanya dalam waktu sekira satu jam

​Di sisi lain, meski ada pembatasan pembelian maksimal 2 kilogram untuk cabai, warga merasa sangat terbantu.

Salah satunya Tri Arianti, 53, seorang pengusaha snack dan soto, mengaku harga subsidi ini jauh lebih miring dibanding harga pasar yang menyentuh angka Rp110.000.

​"Sangat membantu untuk menghemat, uangnya bisa untuk kebutuhan lain. Di pasar harganya 100 ribu lebih, di sini (setengah Kg) cuma 32.500 rupiah. Meski campur ada yang hijau, tapi lumayan untuk operasional jualan," kata Tri.

​Hal senada diungkapkan oleh Yati, 60, pemilik warung makan di utara Pom Bensin Kwaren, Klaten Utara.

Sebagai pengelola warung yang harus menjaga kualitas rasa, kenaikan harga cabai sangat memberatkannya.

​"Biasanya beli 3 Kg cabai besar dan 2 Kg cabai kecil setiap dua minggu untuk stok giling. Harganya sempat 110 ribu seminggu lalu. Untungnya saya punya freezer besar, jadi sempat nyetok saat harga 35 ribu. Dengan adanya subsidi ini, tentu sangat meringankan beban kami pedagang kecil," urai Yati.

​Kegiatan subsidi pangan ini rencananya akan dilakukan secara berkelanjutan di berbagai kabupaten di Jawa Tengah.

Baca Juga: Kritik Konstruktif Pakar UNS untuk Solo: Ukur Dampak Digitalisasi UMKM Berbasis Data dan Tekan Pengangguran Secara Riil

Termasuk di Klaten sendiri, guna memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau selama masa Ramadhan. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#pangan #distribusi subsidi pangan #bahan pokok #beras #Pasar Gedhe Klaten #cabai