Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Proyek Jembatan Gantung Garuda di Bayat Klaten Digass Terus, Segini Progresnya

Angga Purenda • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:24 WIB

 

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang membentang di atas Sungai Gamping, Dusun Santren, Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, Klaten.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang membentang di atas Sungai Gamping, Dusun Santren, Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, Klaten.

​RADARSOLO.COM-Proyek pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang membentang di atas Sungai Gamping, Dusun Santren, Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, terus dilakukan pengerjaan.

Hingga saat ini untuk realisasi fisik jembatan hasil kolaborasi Kodim 0723/Klaten dan Denzibang 4/IV Surakarta tersebut tercatat telah mencapai 52,65%. Melampaui target rencana awal sebesar 52,26%.

​Jembatan dengan bentang sepanjang 22 meter ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru bagi warga setempat. Infrastruktur tersebut akan menghubungkan RT 02 RW 08 dengan RT 03 RW 09 di Dusun Santren, yang selama ini memiliki akses terbatas untuk menyeberangi sungai selebar 15 meter tersebut.

​Danramil 18 Bayat Kodim 0723 Klaten Kapten Inf Deni mengungkapkan bahwa sejumlah item pekerjaan utama telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik.

​"Pemasangan bowplank telah tuntas 100% dan galian tanah untuk fondasi mencapai 95%. Selain itu, kebutuhan material utama seperti semen, pasir, batu pecah hingga besi beton ulir untuk fondasi footplat dan dudukan pylon sudah terpenuhi 100%," ujar Kapten Inf Deni, Selasa (24/2/2026).

​Ia menambahkan bahwa pekerjaan struktur penguat atau kait angin juga terus dikebut. Saat ini, ketersediaan besi beton ulir untuk struktur tersebut telah mencapai 75%.

Secara keseluruhan, terdapat deviasi positif sebesar 0,40% dari jadwal yang direncanakan.

​Meskipun secara teknis berjalan lancar, tim satgas di lapangan tidak lepas dari tantangan alam. Curah hujan yang tinggi di wilayah Bayat, terutama pada siang hingga sore hari, memaksa tim untuk mengatur ritme kerja dengan lebih efektif.

Hal itu dilakukan demi memastikan kualitas bangunan tetap terjaga meski dalam kondisi cuaca basah.

​Keamanan struktur juga menjadi prioritas utama. Mengingat karakteristik Sungai Gamping yang memiliki risiko luapan air.

Jembatan Gantung Garuda tersebut dirancang khusus agar tetap aman. Meskipun debit air meningkat hingga ketinggian 3 meter saat banjir.

​Pengerjaan proyek tersebut tidak lepas dari sinergi kuat antara personel ahli Denzibang 4/IV Surakarta, anggota Kodim 0723/Klaten, Pemerintah Desa Dukuh serta partisipasi aktif warga. Sekira 1.700 warga (260 KK) diharapkan dapat segera menikmati fasilitas tersebut untuk mobilisasi harian mereka.

​"Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama percepatan pembangunan di tengah kendala cuaca yang ada," ujar Deni. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#progres #Jembatan Gantung Garuda #Kodim Klaten #klaten #bayat #Pembangunan