RADARSOLO.COM- Perawatan gigi sering kali dianggap sebagai beban finansial yang berat bagi sebagian besar masyarakat.
Namun, hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan kini menjadi tumpuan harapan baru.
Hal ini membuktikan bahwa layanan kesehatan gigi berkualitas tidak selalu harus dibayar mahal.
Seperti yang dirasakan oleh Akhdan Ziyad Dafa Ulhaq,16, seorang pelajar asal Beji, Tulung, Kabupaten Klaten.
Akhdan berbagi pengalamannya memanfaatkan layanan JKN untuk mengatasi masalah gigi yang sempat mengganggu aktivitas belajarnya.
Ia menceritakan bahwa awalnya sempat ragu untuk memeriksakan giginya karena faktor biaya.
Sebagai seorang pelajar yang belum memiliki penghasilan sendiri, bayangan tarif dokter gigi yang tinggi sempat membuatnya bertahan dengan rasa sakit.
“Waduh rasanya itu sungguh luar biasa nyerinya. Awalnya buat mengunyah itu terasa linu, harus makan makanan yang teksturnya lembut. Kalau mau makan nasi saja masih terasa sakit, jadi harus ditekan sampai hampir serupa bubur,” kenang Akhdan, Rabu (25/2/2026).
Dikarenakan rasa sakit yang tak kunjung reda, Akhdan akhirnya memberanikan diri mengajak ibunya untuk berobat ke dokter gigi di wilayah Jatinom, Klaten.
Ia memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk melakukan pendaftaran secara daring (online) sebelum datang ke tempat praktik dokter.
Hal itu yang membuat dirinya merasakan kemudahan dari sisi administrasi dalam mengakses layanan kesehatan.
“Awalnya saya takut biayanya mahal, eh ternyata biayanya semua bisa ditanggung BPJS Kesehatan asal kepesertaan kita aktif,” ungkap pelajar SMK Negeri 1 Tulung, Klaten ini.
Ia menambahkan bahwa selain gratis, pelayanan yang ia terima sangat memuaskan dengan petugas yang ramah dan sangat membantu.
Kini, Akhdan rutin menjalani kontrol gigi agar masalah serupa tidak terulang kembali.
Pengalaman pertamanya menggunakan layanan JKN itulah yang diakuinya sangat berarti dan memberikan perlindungan finansial yang nyata.
Menurutnya, program JKN terbukti tidak hanya memberikan proteksi ekonomi.
Tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan gigi sejak dini.
Melalui adanya jaminan kesehatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi menunda pemeriksaan medis hingga kondisi memburuk.
“Mari tetap menjaga keaktifan kepesertaan JKN dengan rutin membayar iuran. Termasuk memperbarui data, agar manfaat perlindungan kesehatan tetap dapat dirasakan kapan pun dibutuhkan,” ujar Akhdan.(ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono