Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gudang Barang Bekas di Juwiring Klaten Terbakar Saat Salat Tarawih, Api Diduga dari Sisa Bakaran Sampah

Angga Purenda • Kamis, 26 Februari 2026 | 10:31 WIB

Penanganan kebakaran gudang barang bekas di Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring, Klaten, Rabu (25/2/2026) malam.
Penanganan kebakaran gudang barang bekas di Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring, Klaten, Rabu (25/2/2026) malam.

RADARSOLO.COM- Sebuah gudang penampungan barang bekas dan pengolahan limbah bus tua di Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring, Klaten, ludes terbakar pada Rabu (25/2) malam.

Insiden tersebut terjadi saat pemilik dan karyawan sedang melaksanakan salat tarawih, sehingga api sempat merambat luas sebelum tertangani.

​Kebakaran mulai terdeteksi sekitar pukul 20.00. Menurut Kasatreskrim Polres Klaten AKP Taufik Frida Mustofa bahwa api diduga berasal dari area belakang gudang yang berisi sisa-sisa material limbah kendaraan.

​"Diduga kebakaran berasal dari sisa bakaran sampah di gudang paling belakang yang terabaikan dan tidak termonitor oleh karyawan karena ditinggal salat tarawih. Api kemudian meluas ke material sisa sofa, kulit dan bus bekas," jelas AKP Taufik, Kamis (26/2/2026).

​Terdapat dua unit bus yang baru saja tiba di lokasi pada sore hari, yang sebagian ikut terdampak jilatan api pada kejadian tersebut.

​Pihak Polres Klaten melalui tim Inafis bersama Polsek setempat telah melakukan olah TKP.

Termasuk mengamankan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian untuk memudahkan mobilitas unit pemadam.

​Sementara itu, Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten Sumino menjelaskan bahwa proses pemadaman memakan waktu lebih dari tiga jam.

Sebanyak 4 unit mobil Damkar Klaten dikerahkan dengan dukungan tambahan suplai air dari BPBD Klaten serta bantuan unit Damkar Sukoharjo.

​Petugas menghadapi tantangan teknis karena material yang terbakar didominasi oleh besi tua dan spons.

"Untuk ​kendala utama yakni tumpukan besi tua dan kayu yang menghalangi akses air ke titik api. Petugas juga harus melakukan penguraian material menggunakan alat karena titik api (api tersembunyi) berada di bawah tumpukan spons yang mudah menyala kembali," jelas Sumino.

​Ada pun luasan bangunan yang terbakar diperkirakan mencapai 1.600 meter persegi.

Baca Juga: Masuk Penerima Bansos 2026? Begini Cara Cek Desil 1–4 Prioritas PKH-BPNT Pakai NIK KTP

Hingga Rabu (25/2/2026) malam Pukul 23.40, petugas masih melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa.

Terkait kerugian materiil, pihak kepolisian dan Damkar belum bisa memberikan angka pasti, namun ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

​"Untuk korban jiwa nihil. Kami sangat menekankan SOP keselamatan (safety) bagi petugas dan relawan yang masuk ke lokasi. Mengingat banyaknya material tajam seperti besi dan risiko api tersembunyi," tambah Sumino.(ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Damkar Klaten #kebakaran #juwiring #Gudang Barang Bekas #gudang rosok