RADARSOLO.COM- Puasa Ramadhan tak sedikit pun menyurutkan semangat pengabdian personel TNI di bawah naungan Kodim 0723/Klaten.
Bersama warga Desa Pandes, Kecamatan Wedi, mereka terus mengebut pengerjaan fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA 2026, Kamis (26/2/2026).
Membangun Urat Nadi Petani Sepanjang 604 Meter
Fokus utama pekerjaan fisik di Desa Pandes saat ini adalah betonisasi jalan pertanian sepanjang 604 meter.
Jalur ini ibarat urat nadi bagi para petani setempat yang selama ini mendambakan akses transportasi layak, terutama saat musim penghujan tiba di mana jalanan sering berubah menjadi kubangan lumpur yang menghambat distribusi panen.
Meski sebagian besar personel Satgas TMMD dan warga sekitar tengah menjalankan ibadah puasa, deru mesin pengaduk semen (molen) tetap bersahutan dengan canda tawa khas gotong royong sejak pagi hari.
Danramil 07/Wedi Kapten Inf Maryono menegaskan bahwa momentum Ramadhan justru menjadi katalisator semangat bagi tim gabungan di lapangan.
"Pengerjaan betonisasi ini terus kami kebut. Meskipun sedang berpuasa, hal tersebut sama sekali tidak mengurangi komitmen kami untuk menyelesaikan sasaran fisik tepat waktu. Ini adalah bentuk pengabdian nyata bagi masyarakat," tegas Kapten Maryono.
Tiga Manfaat Vital Betonisasi Jalan Pandes
Sinergi solid antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat (mulai dari penyiapan badan jalan, pengadukan material, hingga pengecoran akhir) ini ditargetkan membawa dampak langsung bagi perekonomian desa.
Tiga manfaat utama dari betonisasi ini meliputi:
- Akses Lebih Cepat dan Aman: Mempermudah mobilitas petani menuju lahan garapan tanpa hambatan jalan becek.
- Menekan Biaya Angkut: Kendaraan roda dua maupun roda empat pengangkut hasil panen dapat melintas dengan mudah dan efisien.
- Mendorong Produktivitas Ekonomi: Efisiensi waktu dan biaya operasional yang berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup warga.
Di sisi lain, Kodim 0723/Klaten memastikan bahwa kehadiran mereka melalui program teritorial TMMD ini tidak hanya sebatas pembangunan fisik.
Lebih dari itu, program ini bertujuan memperkuat ketahanan wilayah dan merawat ruh gotong royong yang menjadi jati diri bangsa.
"Dengan progres yang berjalan sesuai jadwal, seluruh sasaran fisik di Desa Pandes diharapkan rampung sebelum penutupan program, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan secara penuh oleh warga," pungkas Maryono. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono