Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jembatan di Karangnongko Klaten Ambrol, Akses Jalan dan Air Bersih Warga Terdampak

Angga Purenda • Senin, 2 Maret 2026 | 13:05 WIB

Jembatan penghubung antardusun di Desa Gumul, Karangnongko, Klaten ambrol.
Jembatan penghubung antardusun di Desa Gumul, Karangnongko, Klaten ambrol.

​RADARSOLO.COM - Jembatan penghubung antardusun di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, Klaten, dilaporkan ambrol total ke dasar sungai, Minggu (1/3/2026) dini hari.

Insiden tersebut tidak hanya memutus akses jalan warga, tetapi juga menghancurkan jaringan pipa Pamsimas yang menjadi sumber air utama ratusan kepala keluarga.

Sutrisno, warga setempat menjelaskan, jembatan ambrol sekira pukul 00.00.

Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah dibangunkan oleh tetangganya.

​"Saya sedang tidur, lalu dibangunkan Pak Mrajak disuruh lihat jembatan runtuh. Saat itu air PAM juga sudah bocor ke mana-mana," ujar Sutrisno, Senin (2/3/2026)

​Jembatan sepanjang 15 meter dengan lebar 3 meter tersebut ambrol ke dasar sungai sedalam 6,5 meter.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena kondisi jalan sedang sepi.

Sutrisno mengungkapkan, jika ​jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi warga Dusun Geneng dan Balerejo.

Setiap harinya jembatan tersebut dipadati oleh pelajar dan pedagang.

Mengingat menjadi jalur utama bagi siswa TK, SD, hingga SMP. Termasuk rute dari pedagang sayur keliling.

​Akibat putusnya jembatan tersebut, warga harus memutar arah sejauh kurang lebih 2 Km untuk mencapai wilayah seberang.

Sementara itu, ​dampak paling mendesak yang dirasakan warga adalah putusnya pipa Pamsimas yang menempel pada badan jembatan.

Sebanyak 120 Sambungan Rumah (SR) terdampak langsung.

Baca Juga: Apresiasi Pelanggan Setia, Alfamart Klaten Gelar Buka Bersama 100 Member Alfagift

​"Putus total. Dampaknya ke 120 SR, tapi kalau jumlah KK lebih dari itu karena satu rumah bisa diisi dua KK," jelas Sutrisno.

​Saat ini, kondisi air yang tersisa di rumah warga mulai memburuk. Terlebih lagi telah dikeluhkan oleh warga setempat.

"Airnya sangat jelek, keruh, dan kuning berkarat. Rencananya kami mengajukan permohonan ke BPBD untuk dropping air bersih dan peminjaman bak penampungan," tambahnya.

Sementara itu, ​Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Klaten Tri Siwidodo menjelaskan, secara teknis, pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan.

Namun, ia menegaskan bahwa status jembatan tersebut adalah aset desa.

​"Karena itu jembatan desa, secara aset bukan kewenangan DPU Klaten, melainkan kewenangan Pemerintah Desa Gumul. Namun, kami siap mendampingi secara teknis," ujar Tri Siwidodo.

​Berdasarkan analisis awal, penyebab ambrolnya jembatan diduga karena faktor usia dan kondisi tiang penyangga tengah yang sebenarnya sudah mengalami kerusakan sejak lama.

​Mengenai anggaran perbaikan, Tri menjelaskan bahwa pihak desa bisa mengajukan bantuan keuangan kepada Pemerintah Kabupaten.

"Pola penganggarannya tetap melalui desa, entah itu melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) atau sumber lain, karena statusnya tetap aset desa. Jika nanti diminta pendampingan teknis untuk pembangunan kembali, kami dari DPU siap membantu," beber dia. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#karangnongko #pipa pamsimas #jembatan #ambrol #desa gumulan #jembatan ambrol