Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Telusuri Info dari Status WA, Warga Temukan Jenazah Balita Hanyut di Saluran Irigasi Kingkang Wonosari Klaten

Angga Purenda • Selasa, 3 Maret 2026 | 12:04 WIB

Warga menyisir saluran irigasi di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten untuk mencari balita yang hanyut.
Warga menyisir saluran irigasi di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten untuk mencari balita yang hanyut.

RADARSOLO.COM - Peristiwa tragis menimpa balita laki-laki berinisial ADS (2) di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.

ADS yang merupakan warga Desa Bentangan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) sore setelah hanyut terbawa arus sungai sejauh kurang lebih empat kilometer.

Bermain Usai Hujan Deras

Kapolsek Wonosari AKP Aleg Ipanudin menjelaskan, kejadian bermula saat pihak kepolisian menerima laporan warga pada pukul 14.00.

Saat itu, wilayah setempat baru saja diguyur hujan lebat.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban diduga sedang bermain di sekitar aliran air bersama beberapa teman sebayanya.

Dua hingga tiga anak sempat melihat detik-detik korban tergelincir ke dalam sungai.

Namun, karena arus sangat deras, mereka takut menolong dan langsung berlari meminta bantuan kepada orang dewasa.

Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polsek Wonosari bersama tim gabungan dari SAR Klaten, BPBD, Basarnas Solo, dan relawan segera melakukan penyisiran dari hulu sungai yang mengarah ke aliran Bengawan Solo.

Setelah proses pencarian yang intensif, tubuh balita nahas tersebut akhirnya ditemukan di wilayah Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari.

Ditemukan Berkat Status WhatsApp

Penemuan jenazah korban pertama kali dilakukan oleh Suwondo (45), warga RW 13 Desa Kingkang.

Baca Juga: Sukodono Sragen Diamuk Puting Beliung: Belasan Rumah Rusak, Kerugian Capai Puluhan Juta

Ia mengaku berinisiatif melakukan penyisiran mandiri di sekitar saluran irigasi dekat SD Kingkang setelah melihat informasi mengenai orang hanyut melalui status WhatsApp temannya.

Suwondo menceritakan bahwa awalnya ia membersihkan tumpukan sampah di jembatan menggunakan sebatang bambu agar aliran air lancar.

Setelah debit air mulai surut, ia menelusuri aliran tersebut dan melihat sebuah benda menyerupai boneka berbaju kuning dalam posisi telungkup.

Karena tidak berani mengevakuasi sendiri, Suwondo meminta bantuan warga lain untuk menjaga lokasi sembari memanggil tim relawan.

Jenazah yang hanyut perlahan tersebut kemudian dievakuasi oleh relawan dan langsung dibawa menuju kantor desa setempat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Wonosari 1, terdapat cairan yang masuk ke paru-paru korban, sehingga menguatkan indikasi meninggal dunia akibat tenggelam.

Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Atas insiden memilukan ini, AKP Aleg Ipanudin pada Selasa (3/3/2026) memberikan imbauan keras kepada seluruh orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama yang bermukim di dekat aliran sungai.

Ia menegaskan agar kelengahan pengawasan tidak berujung pada hilangnya nyawa, terlebih pada musim penghujan di mana arus sungai sangat rawan meluap dan mengalir deras. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kingkang #status wa #klaten #balita hanyut #Polsek Wonosari #saluran irigasi