RADARSOLO.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Klaten, Selasa (3/3/2026) malam mengakibatkan tanggul jebol di dua titik di Kecamatan Cawas.
Bencana hidrometeorologi tersebut memicu banjir luapan yang merendam ribuan rumah warga dan memaksa ratusanjiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Dua Titik Tanggul Jebol Beruntun
Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Klaten Indiarto menjelaskan, insiden jebolnya tanggul terjadi secara beruntun sejak Selasa malam hingga menjelang dini hari.
Awalnya, kerusakan tanggul terdeteksi di wilayah Desa Japanan yang membuat petugas segera menyiagakan warga di Desa Japanan, Tlingsing, dan Bogor.
Namun, saat proses koordinasi dengan perangkat desa tengah berlangsung, laporan kerusakan susulan justru muncul dari Dusun Jetakan, Desa Bawak.
Indiarto mengungkapkan, dampak jebolnya tanggul di Jetakan ternyata jauh lebih besar.
Wilayah Posakan Barat di Desa Cawas menjadi salah satu area yang terdampak paling parah dengan data sementara mencatat hampir 1.200 rumah warga sempat terendam banjir.
Untuk menangani para penyintas, petugas menetapkan tiga titik pengungsian utama.
Yakni di Balai Desa Cawas, Masjid Al-Ihsan Posakan, dan Masjid Al Muroqibin, dengan total pengungsi sementara mencapai 120 jiwa.
Posko Kesehatan PMI Terjunkan Bantuan
Merespons kondisi darurat tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klaten bergerak cepat dengan mendirikan posko kesehatan untuk memantau kondisi fisik dan mengevakuasi para pengungsi.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Diklat, Pembinaan Relawan, dan PMR PMI Klaten, Nur Tjahjono Suharto merinci, saat ini terdapat 58 orang yang mengungsi di Posko Balai Desa Cawas.
Para penyintas tersebut terdiri dari 30 orang dewasa, 15 anak-anak, 10 kelompok rentan lanjut usia (lansia), serta tiga balita.
Penanganan pascabanjir ini terus dilakukan secara kolaboratif yang melibatkan sinergi antara BPBD, PMI, TNI, Polri, tim SAR, dan relawan setempat.
Selain fokus di Kecamatan Cawas, pemantauan intensif juga diperluas ke wilayah lain yang turut terdampak banjir, seperti Kecamatan Trucuk dan Bayat.
Hingga berita ini diturunkan, para petugas gabungan masih bersiaga penuh di lokasi guna mengantisipasi ancaman banjir susulan sekaligus memastikan seluruh kebutuhan logistik pengungsi terpenuhi dengan baik. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono