RADARSOLO.COM- BPJS Kesehatan Cabang Boyolali terus berupaya memperluas pemahaman mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kalangan generasi muda.
Kali ini, melalui kegiatan bertajuk Edutour Duta Muda, BPJS Kesehatan hadir menyapa puluhan siswa di SMK Negeri 1 Juwiring, Klaten, Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diikuti oleh 50 siswa yang terdiri dari perwakilan ekstrakurikuler serta siswa kelas X dan XI.
Fokus utama kegiatan ini adalah mengenalkan kemudahan akses layanan kesehatan melalui transformasi digital.
Kepala Bagian (Kabag) Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Sri Puji Astuti menjelaskan bahwa sosialisasi ini sangat penting agar siswa memahami kanal-kanal layanan online yang telah disediakan untuk mempermudah masyarakat.
"Kami mengenalkan program jaminan kesehatan dan kanal-kanal online seperti WhatsApp BPJS (PANDAWA), aplikasi Mobile JKN, Care Center 165, hingga Anjungan Mandiri JKN (Aman JKN). Di era kemajuan teknologi ini, para siswa harus tahu bahwa BPJS sudah memiliki layanan digital yang praktis," ujar Puji.
Ia berharap para siswa SMKN 1 Juwiring dapat menjadi agen edukasi di lingkungan terkini mereka. Terutama berbagai hal yang berkaitan dengan program JKN.
"Harapannya mereka mengetahui JKN sejak dini. Jika nanti di rumah orang tua atau tetangga bertanya, mereka bisa menjawab dan meluruskan isu-isu yang tidak benar mengenai program jaminan kesehatan ini," tambahnya.
Sementara itu, Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Gracia Rianti Kartikawening turut berbagi pengalaman mengenai program kerja satu tahun masa baktinya.
Selain itu membedah fitur-fitur di aplikasi Mobile JKN, Gracia menekankan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Penting bagi rekan-rekan seusia SMA/SMK untuk paham JKN karena usia ini adalah waktu yang tepat untuk menerima informasi. Kami ingin mereka mengerti filosofi gotong royong, di mana yang mampu membantu yang membutuhkan, sehingga layanan kesehatan dapat diterima merata oleh seluruh masyarakat," kata Gracia.
Dukungan Pihak Sekolah datang dari Kepala SMK Negeri 1 Juwiring Sriyanta yang menyambut positif kegiatan tersebut.
Menurutnya, literasi mengenai JKN seringkali terabaikan oleh masyarakat hingga muncul permasalahan administratif atau tagihan yang tidak dipahami.
"Ini hal yang sangat positif. Banyak masyarakat yang kurang tahu atau bahkan tidak mau tahu, sehingga sosialisasi di segala lini, termasuk sekolah, sangat diperlukan. Anak-anak sekarang mungkin merasa masih ikut orang tua, tapi ke depan mereka akan menjadi orang tua juga,” ujar Sriyanta.
Lebih lanjut, menurut Sriyanta pengenalan sejak dini ini menjadi bekal penting bagi masa depan para siswa dan keluarga mereka nantinya.
Harapannya bisa mengakses layanan kesehatan melalui program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.
Melalui kegiatan Edutour tersebut, diharapkan para siswa SMK Negeri 1 Juwiring tidak hanya melek digital dalam mengakses layanan kesehatan.
Tetapi juga mampu menyebarkan virus positif mengenai kemanfaatan program JKN kepada masyarakat luas. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono