RADARSOLO.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten menggelar inspeksi mendadak (sidak) keamanan pangan di Pasar Gedhe Klaten, Selasa (10/3/2026).
Langkah proaktif ini dilakukan guna menjamin kelayakan dan keamanan konsumsi bagi masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Sayangnya, dalam pemeriksaan tersebut, petugas masih menemukan sejumlah bahan makanan yang positif mengandung zat kimia berbahaya.
Temuan Formalin dan Rhodamin B
Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto mengungkapkan, timnya mengambil 40 sampel makanan secara acak untuk langsung diuji di laboratorium lapangan.
Sampel tersebut meliputi berbagai jenis makanan kering, kudapan, hingga sayur-sayuran guna mendeteksi kandungan pengawet, pewarna buatan, maupun sisa residu pestisida.
Dari hasil uji cepat (rapid test) tersebut, tiga jenis komoditas dinyatakan positif mengandung bahan berbahaya, yakni ikan asin (gereh) petek dan teri nasi yang mengandung formalin, serta cendol yang positif mengandung pewarna tekstil (Rhodamin B).
"Kandungan ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia karena dapat merusak sel-sel tubuh dan mengganggu fungsi organ dalam jangka panjang," tegas Anggit di sela-sela peninjauan di Pasar Gedhe Klaten.
"Logikanya, kalau organ tubuh kita terpapar pengawet buatan terus-menerus, fungsinya akan terganggu karena jaringan tubuh seolah ikut diawetkan. Ini jelas tidak layak konsumsi," lanjutnya.
Fokus Edukasi, Bukan Penyitaan
Meski menemukan pelanggaran fatal, pihak Dinkes menekankan bahwa kewenangan mereka saat ini berfokus pada langkah pembinaan persuasif.
Baca Juga: Sasar Anak Yatim Perbatasan, BAZNAS RI dan Markaz Aitam Ar Rasyid Gelar Pesantren Jalan Cahaya
Pedagang yang kedapatan menjual produk berbahaya tersebut langsung diberikan edukasi dan diminta untuk tidak lagi mengedarkan sisa stok yang ada.
Anggit menyebut pihaknya tidak melakukan penyitaan paksa karena bukan ranah wewenangnya, melainkan mengetuk kesadaran pedagang agar berbesar hati menarik barang tersebut demi keselamatan konsumen.
Menjelang puncak aktivitas belanja Lebaran, Anggit mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu memperhatikan tekstur dan warna makanan.
Ia mengingatkan warga untuk mewaspadai warna yang terlalu ekstrem, seperti warna putih mencolok pada ikan asin yang tidak menyerupai warna garam alami.
Demikian pula untuk sayuran dan penganan, pembeli disarankan memilih produk dengan warna yang cerah alami dan tidak meninggalkan bekas warna pekat di tangan.
Telusuri Pemasok Luar Kota
Senada dengan hal tersebut, Lurah Pasar Gedhe Klaten Purwadi menduga kuat bahwa sebagian besar produk bermasalah tersebut dipasok dari luar kota.
Untuk produk laut seperti teri dan ikan asin, pasokannya disinyalir berasal dari wilayah pesisir Jawa Timur seperti Lamongan dan Bojonegoro.
"Sedangkan untuk temuan cendol, kami menduga itu merupakan produksi lokal yang akan segera kami telusuri rantai produksinya agar produsennya bisa dibina lebih lanjut," jelas Purwadi.
Pihaknya juga mengimbau seluruh pedagang di Pasar Gedhe Klaten untuk lebih selektif dalam memilih pemasok (supplier) guna memastikan keamanan produk yang akan dijual ke masyarakat luas. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono