Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kebut Perbaikan Jalur Wisata dan Alternatif Mudik, DPUPR Klaten Gelontorkan Rp21 Miliar

Angga Purenda • Rabu, 11 Maret 2026 | 15:59 WIB

 

Percepatan perbaikan jalur wisata oleh DPU-PR Klaten di daerah Karanganom hingga Janti, Polanharjo untuk menyambut wisatawan selama libur Lebaran 2026, Rabu (11/3/2026).
Percepatan perbaikan jalur wisata oleh DPU-PR Klaten di daerah Karanganom hingga Janti, Polanharjo untuk menyambut wisatawan selama libur Lebaran 2026, Rabu (11/3/2026).

RADARSOLO.COM- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Klaten mengkebut perbaikan infrastruktur jalan menjelang bergulirnya arus mudik Lebaran 2026.

Fokus utama pengerjaan fisik saat ini diarahkan pada jalur alternatif mudik dan jalur wisata, termasuk akses strategis dari Kecamatan Karanganom hingga Polanharjo yang diperbaiki dengan metode tambal sulam.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pemanfaatan dan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPU-PR Klaten Agus Setyana menjelaskan, seluruh pengerjaan fisik untuk pemeliharaan rutin tersebut ditargetkan selesai pada 17 Maret 2026.

Baca Juga: Maestro Senior Turun Gunung, 100 Penari Veteran Siap Meriahkan Jebres Menari 2026

Salah satu titik krusial yang sedang dipercepat adalah ruas jalan yang menghubungkan simpul-simpul objek wisata air primadona di Klaten.

"Ruas yang diperbaiki meliputi Karanganom, Ponggok, Cokro, hingga Janti. Sedangkan untuk ruas Tegalgondo ke Sidoarjo, perbaikannya ditangani langsung oleh UPTD karena tidak masuk dalam paket lelang," ujar Agus saat ditemui di kawasan Janti, Rabu (11/3/2026).

Lebih lanjut, Agus memaparkan bahwa percepatan perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari paket pemeliharaan rutin dengan alokasi anggaran mencapai Rp9,3 miliar.

Paket ini mencakup penanganan 38 ruas jalan dengan total panjang sekitar 140 kilometer.

Baca Juga: TMMD Reguler Ke-127 di Jatipurno Resmi Ditutup, Kasdam Tekankan Pentingnya Bangun Desa

Di samping itu, DPU-PR Klaten juga menerjunkan Tenaga Harian Lepas (THL) dari Bidang Bina Marga untuk melakukan pemeliharaan jalan secara mandiri sejak Januari hingga Maret 2026, yang menyasar 35 ruas jalan sepanjang 98 kilometer.

"Total anggaran pemeliharaan rutin secara keseluruhan mencapai sekitar Rp21 miliar. Angka tersebut sudah termasuk untuk upah tenaga kerja dan biaya operasional di lapangan," tambah Agus.

Selain jalur wisata, DPU-PR Klaten rupanya juga memberikan perhatian khusus pada jalur-jalur "tikus" yang kerap menjadi andalan pengguna aplikasi navigasi seperti Google Maps.

Baca Juga: Lebaran 2026 di Solo: Jukir Bandel Siap-siap Ditindak, Dishub Sebar Petugas di 5 Posko Strategis

Beberapa di antaranya adalah Jalan Rinjani, Jalan Merapi, dan Jalan Wilis di wilayah Gayamprit.

Jalur-jalur tersebut diprediksi akan menjadi opsi utama bagi para pemudik yang keluar dari gerbang tol menuju arah Gondang dan sekitarnya.

Meskipun pengerjaan berjalan sesuai jadwal, Agus tak menampik adanya tantangan berat di lapangan berupa cuaca ekstrem dan keterbatasan personel.

Curah hujan yang tinggi sering kali menghambat proses pengaspalan jalan.

Baca Juga: Perantau Wonogiri Diprediksi Mulai Pulang 17 Maret, Pemkab dan Polisi Siapkan Rekayasa Lalin

Untuk menyiasati keterbatasan tenaga kerja, DPU-PR Klaten bahkan harus menarik bantuan tim tambahan dari luar daerah, seperti dari Simo (Boyolali) dan Sragen.

"Setelah tanggal 17 Maret, praktis semua kegiatan proyek akan berhenti. Namun, kami tetap menyiagakan satu kelompok khusus bernama 'Pasukan Sapu Bersih' untuk bersiaga penuh jika ada aduan kerusakan jalan mendadak selama masa arus mudik," pungkas Agus.

Langkah percepatan ini sejalan dengan instruksi Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang sebelumnya menargetkan perbaikan di titik-titik ruas jalan utama dan jalur wisata dapat rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri, sehingga Klaten benar-benar siap menyambut kedatangan pemudik dan wisatawan. (ren)

 

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#perbaikan jalan #Alternatif mudik #dpupr klaten #jalur wisata