Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

690 Personel Siap Amankan Arus Mudik Lebaran, Pos Pijat hingga BBM Mobile Siap Layani Pemudik di Klaten

Angga Purenda • Kamis, 12 Maret 2026 | 13:06 WIB

Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Lapangan KSDC Mapolres Klaten
Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Lapangan KSDC Mapolres Klaten

RADARSOLO.COM - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, jajaran Polres Klaten menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Lapangan KSDC Mapolres Klaten, Kamis (12/3/2026).

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dengan diikuti peserta apel dari berbagai instansi terkait.

Apel tersebut menandai kesiapan penuh personel gabungan dalam mengawal kelancaran arus mudik dan balik di wilayah titik temu Jawa Tengah dan DIY tersebut.

​Operasi Ketupat Candi 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13-25 Maret 2026.

Sebanyak 690 personel dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta pemadam kebakaran disiagakan untuk mengisi tujuh Pos Pengamanan (Pos Pam) dan dua Pos Wisata.

​Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa pemkab memberikan dukungan penuh, baik dari sisi personel maupun peralatan teknis.

​"Kami telah menyiapkan berbagai peralatan pendukung, termasuk tim kesehatan dan kesiapsiagaan bencana. Bagi pemudik yang masuk Klaten, jika ada kendala kendaraan atau kesehatan, silakan mampir di Pos Pam yang tersebar dari ujung Prambanan hingga Delanggu," ujar Hamenang, Kamis (12/3/2026).

​Pemkab Klaten juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 jika membutuhkan bantuan darurat di perjalanan. Nantinya akan terhubung dengan kepolisian.

Para pemudik dihimbau untuk memastikan kondisi fisik fit dan kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum memulai perjalanan.

​Sementara itu, Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi menjelaskan bahwa operasi tahun ini mengedepankan aspek hospitality atau keramahan pelayanan.

Salah satu terobosan unik yang disiapkan di setiap pos adalah fasilitas tempat pijat bagi pemudik yang kelelahan.

​Selain itu, kepolisian juga menyediakan berbagai fasilitas darurat lainnya:
​mobil derek gratis untuk mengantisipasi kendaraan mogok di jalur utama.

​Kemudian BBM mobile sebagai pelayanan bahan bakar bagi pengendara yang kehabisan bensin di jalan tol maupun arteri.

"Kami juga menyiapkan ​tim urai kemacetan. Sebanyak 5 tim urai (masing-masing 6 personel) disiagakan untuk memastikan arus lalu lintas tetap mengalir," ujar Faruk.

​Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, lonjakan volume kendaraan di Klaten diprediksi terjadi pada H+2 dan H+4 lebaran, yang didominasi oleh pemudik lokal dan wisatawan. Titik paling krusial berada di jalur setelah Exit Tol Prambanan.

​"Estimasi kami, beban kendaraan di jalur arteri Prambanan bisa mencapai 3.800 kendaraan per jam, gabungan dari arus keluar tol dan jalur utama Jogja-Solo. Komitmen kami adalah memastikan roda kendaraan tetap berputar dan tidak terjadi kemacetan total (stuck)," jelas Faruk.

​Senada dengan hal tersebut, Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto menyatakan bahwa TNI telah menerjunkan 60 personel untuk memback-up kepolisian di pos pam yang ada.

"Harapan kita semua, situasi di Klaten tetap kondusif, aman, dan lancar tanpa hambatan satu pun sejak arus mudik hingga arus balik nanti," tegas Dandim.(ren)

Editor : Nur Pramudito
#klaten #polres klaten #arus mudik lebaran #operasi ketupat candi