RADARSOLO.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Pendapa Pemkab Klaten, Kamis (12/3/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 250 peserta dari berbagai unsur perangkat daerah dan pemangku kepentingan maupun stakeholder.
Forum tersebut menjadi puncak dari rangkaian penjaringan aspirasi masyarakat yang telah dimulai sejak awal tahun untuk merumuskan arah pembangunan Klaten di masa depan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Klaten Pandu Wirabangsa dalam laporannya menyampaikan bahwa Musrenbang tersebut bertujuan untuk menyelaraskan usulan masyarakat dengan kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi.
"Maksud diselenggarakannya Musrenbang ini adalah sebagai forum penyampaian kebijakan dan prioritas pembangunan tahun 2027. Kami ingin memperoleh masukan dari seluruh pemangku kepentingan demi meningkatkan sinergitas dan konsistensi perencanaan yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat," ujar Pandu.
Rangkaian penyusunan dokumen tersebut telah melewati tahapan panjang.
Dimulai dari Konsultasi Publik pada 21 Januari 2026, Musrenbang Kecamatan (4-11 Februari 2026), hingga Forum Lintas Perangkat Daerah.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam arahannya menekankan bahwa tema pembangunan tahun 2027 adalah Akselerasi Pembangunan SDM dan Infrastruktur.
Ia menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan terhadap situasi global yang fluktuatif.
Seperti konflik internasional yang berdampak pada harga minyak dan daya beli masyarakat.
"Kita harus melihat potensi kerawanan dunia agar Klaten tetap bisa survive. Program harus berjalan sambil tetap melindungi daya beli warga," tegas Bupati Hamenang.
Dalam Musrenbang itu, Bupati Hamenang memaparkan beberapa program prioritas. Dimulai terkait peningkatan nutu SDM dengan Mendorong akses pendidikan dan kesehatan.
Termasuk mewacanakan bantuan seragam dan buku paket gratis bagi siswa jika fiskal daerah memungkinkan.
Kemudahan terkait Investasi, dengan memmpercepat izin investasi dan sinkronisasi tata ruang (RTRW) guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Lalu modernisasi infrastruktur dengan melanjutkan program Dalan Alus, Padang, Banyu Lancar," ujar Hamenang.
Terkait infrastruktur dasar, Bupati mengakui bahwa kerusakan jalan masih menjadi keluhan utama masyarakat.
Pemkab Klaten menargetkan kondisi jalan mantap mencapai 84,81% pada tahun 2027.
"Klaten ini luas, ada 728 km jalan kabupaten. Meski tim DPU terus berkeliling melakukan tambal sulam, kita juga butuh komitmen stakeholder, terutama penertiban truk tambang agar tidak merusak jalur yang ada," tambahnya.
Selain jalan, Pemkab juga berencana menambah titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di lokasi rawan kecelakaan dan kriminalitas.
Kemudian di sektor inovasi dan riset, yakni dengan memanfaatkan teknologi dan AI untuk percepatan pembangunan. Begitu juga mendorong pariwisata berkelanjutan dengan Mengoptimalkan potensi 7,5 juta wisatawan yang masuk ke Klaten.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Klaten juga memberikan penghargaan kepada kecamatan dengan penyelenggaraan Musrenbang terbaik. Berdasarkan indikator pelaksanaan, administrasi, dan kualitas usulan.
Juara I yakni Kecamatan Klaten Selatan (Nilai 85,33), Juara II: Kecamatan Gantiwarno (Nilai 83,00) dan Juara III: Kecamatan Wonosari (Nilai 80,67)
Acara diakhiri dengan pembukaan secara resmi oleh Bupati Klaten dan penandatanganan berita acara kesepakatan sebagai landasan penyusunan RKPD 2027 yang lebih matang.(ren)
Editor : Nur Pramudito