Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ditemukan 2 Kasus Positif Campak Perdana dalam 10 Tahun Terakhir, Pemkab Klaten Gelar Imunisasi Massal 53 Ribu Anak

Angga Purenda • Senin, 16 Maret 2026 | 19:03 WIB

Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto.
Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto.

RADARSOLO.COM- Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten mewaspadai penyebaran virus campak.

Langkah cepat diambil dengan menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal setelah ditemukannya dua kasus positif pada anak di wilayah Prambanan.

Program imunisasi tersebut menargetkan sebanyak 53 ribu anak berusia 9 hingga 59 bulan di seluruh Kabupaten Klaten.

Upaya itu dilakukan guna memutus rantai penularan dan mencegah terjadinya wabah yang lebih luas.

Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto mengungkapkan, temuan kasus campak merupakan fenomena yang sangat serius.

Pasalnya, ini adalah kasus campak pertama yang ditemukan di Klaten dalam kurun waktu setidaknya satu dekade terakhir.

"Sejak saya bertugas di Dinkes tahun 2017, baru kali ini ditemukan kasus positif campak. Secara epidemiologi, adanya dua kasus atau lebih di suatu wilayah sudah bisa dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) bidang kesehatan," jelas Anggit kepada radarsolo.jawapos.com, Senin (16/3/2026)

Dua anak yang positif campak berasal dari Kecamatan Prambanan dengan rentang usia 5 dan 6 tahun. Diduga, infeksi terjadi akibat faktor mobilitas tinggi.

Meski demikian, Anggit memastikan kondisi kedua anak tersebut kini telah membaik dan hanya menjalani rawat jalan.

Untuk pelaksanaan imunisasi serentak telah dimulai sejak Jumat (13/3/2026), salah satunya yang sudah berlangsung di Kecamatan Juwiring.

Mengingat besarnya target sasaran, Dinkes Klaten berencana melanjutkan program imunisasi tersebut hingga setelah masa Lebaran.

Bahkan untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat, petugas medis akan melakukan strategi jemput bola.

Baca Juga: THR Tak Cair, Buruh Bisa Adukan Perusahaan ke Posko Disdagperinaker Karanganyar

“Petugas akan menyisir kembali wilayah-wilayah untuk mencari anak yang belum mendapatkan vaksin. Fokus utama adalah mencapai cakupan vaksinasi 100% di seluruh titik wilayah radius epidemiologi,” jelasnya.

Anggit mengimbau para orang tua untuk mendukung penuh program vaksinasi ini demi terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity).

Selain perlindungan melalui vaksin, masyarakat diminta tetap menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta memperhatikan asupan gizi seimbang bagi anak-anak.

“Kami berharap masyarakat menyukseskan vaksinasi ini. Ini sangat penting untuk mencegah penyakit dan melindungi kesehatan anak-anak kita secara jangka panjang,” pungkasnya.(ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#imunisasi massal #campak #10 tahun #kasus perdana #pemkab klaten #Dinkes Klaten