Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Puncak Arus Mudik: Jalur Utama Prambanan Klaten Diprediksi Dipadati 3.800 Kendaraan per Jam, Polres Klaten Siagakan Tim Urai dan Jalur Alternatif

Angga Purenda • Rabu, 18 Maret 2026 | 18:42 WIB

 

Sejumlah kendaraan yang keluar dari exit tol Prambanan, Klaten untuk melanjutkan perjalanan ke arah Yogyakarta, Rabu (18/3/2026).
Sejumlah kendaraan yang keluar dari exit tol Prambanan, Klaten untuk melanjutkan perjalanan ke arah Yogyakarta, Rabu (18/3/2026).

RADARSOLO.COM-Polres Klaten mulai memetakan titik rawan kemacetan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Fokus utama pengamanan terletak di jalur arteri Prambanan yang diprediksi akan mengalami lonjakan beban kendaraan yang sangat signifikan akibat pertemuan arus dari jalan tol dan jalur arteri utama.

Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi mengungkapkan, berdasarkan data tahun sebelumnya, titik krusial berada di sepanjang exit tol Prambanan hingga memasuki wilayah perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Jalur tersebut harus menampung volume kendaraan dari dua sumber sekaligus.

Yakni arus dari exit tol Prambanan dan arus dari Jalan Raya Solo-Jogja. Terutama dari arah Solo menuju Yogyakarta.

"Estimasi kami, volume kendaraan pada masa puncak bisa melebihi 2.000 kendaraan per jam yang keluar dari tol. Ditambah sekitar 1.800 kendaraan per jam dari jalur arteri. Jadi, total beban di jalur Prambanan berkisar antara 3.800 kendaraan per jam," jelas AKBP Moh. Faruk Rozi, Rabu (18/3/2026)

Kapolres memprediksi lonjakan volume kendaraan di Klaten akan terjadi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama pada puncak arus mudik (H-2), dan gelombang kedua pada H+2 hingga H+4 Lebaran.

"H+2 dan H+4 biasanya didominasi oleh pemudik lokal yang ingin bersilaturahmi atau berwisata ke arah Prambanan dan DIY," tambahnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan panjang, Kasatlantas Polres Klaten AKP Wendi Andranu mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan tujuh Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan).

Pos tersebut tersebar di titik strategis seperti TWC Prambanan, Exit Tol Klaten, Alun-Alun Klaten, rest area, Exit Tol Polanharjo, dan Karang, Delanggu.

Baca Juga: Sering Ditanya Kapan Nikah, Kapan Lulus, Atau Kapan Punya Momongan Saat Lebaran? Ini 10 Cara Santun dan Elegan Menjawabnya

Selain Pospam dan Posyan, Polres Klaten menerjunkan empat Tim Urai yang bersifat mobile.

Setiap tim terdiri dari 6 hingga 10 personel menggunakan sepeda motor.

Tim akan langsung meluncur ke titik antrean kendaraan untuk melakukan penguraian atau pengalihan arus.

“Untuk tim dari wilayah timur atau kota dapat diperbantukan ke wilayah barat (Prambanan) jika terjadi kepadatan ekstrem,” ucapnya.

Polisi juga telah menyiapkan skenario pengalihan arus melalui jalur alternatif untuk mengurangi beban di simpang Prambanan.

Pengendara yang hendak menuju Yogyakarta disarankan menggunakan jalur arah Piyungan.

"Pengendara bisa melalui Pertigaan Pasuruan Utara dan Pertigaan WS menuju arah Piyungan, Yogyakarta. Ini untuk menghindari penumpukan di arteri utama Prambanan," kata AKP Wendi.

Terkait pengamanan objek wisata seperti Rowo Jombor dan kawasan wisata air di Polanharjo-Tulung, Polres Klaten menerapkan sistem strong point.

Personel disiagakan di lokasi pada jam-jam ramai pengunjung, dari pagi hingga sore hari.(ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#puncak arus mudik #Kapolres Klaten AKBP Moh Faruk Rozi #polres klaten #Prambanan Klaten #tim urai