RADARSOLO.COM-Pergerakan pemudik yang hendak kembali ke perantauan melalui Terminal Tipe A Ir. Soekarno Klaten mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan, Rabu (25/3/2026).
Data menunjukkan volume penumpang terus merangkak naik sejak awal pekan pasca-libur Lebaran.
Pengawas Satuan Pelayanan (Satpel) Terminal Tipe A Ir. Soekarno Klaten Marjono mengungkapkan, lonjakan penumpang sudah mulai terasa sejak Senin (23/3/2026).
Meski angka penumpang terus bertambah, Marjono memprediksi puncak arus balik baru akan terjadi pada akhir pekan ini.
Tercatat pada Minggu (22/3/2026), jumlah penumpang keberangkatan berada di angka 673 orang, kemudian naik menjadi 1.261 orang pada Senin (23/3/2026), dan melonjak tajam menjadi 1.538 orang pada Selasa (24/3/2026).
"Lonjakan banyak itu mulai hari Selasa dan Rabu (24-25/3/2026). Tapi untuk puncaknya, kami prediksi sekitar hari Sabtu dan Minggu (28-29/3/2026) besok," ujar Marjono saat ditemui di Terminal Ir Soekarno Klaten, Rabu (25/3/2026).
Ia menambahkan bahwa mayoritas pemudik memilih tujuan ke arah Barat, terutama wilayah Jabodetabek.
"Tujuan paling populer itu Jakarta. Selain itu ada juga ke arah Sumatera dan Bali, tapi tetap didominasi Jakarta," imbuhnya.
Guna menjamin keselamatan penumpang, pihak pengelola terminal melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) secara ketat setiap hari yang terbagi dalam dua shif.
Langkah antisipasi tersebut diperketat menyusul instruksi pimpinan pusat agar tidak ada bus tidak layak jalan yang diberangkatkan.
"Kita ketat sekali untuk pemeriksaan. Armada yang berangkat dari sini pasti dicek semuanya. Kami tidak mau kecolongan ada bus yang tidak layak operasional membawa penumpang," tegas Marjono.
Hingga saat ini, situasi di terminal dilaporkan aman dan kondusif dengan penjagaan posko 24 jam yang melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, serta tim kesehatan.
Baca Juga: Libur Lebaran Usai, 139 ASN Wonogiri Tidak Masuk Kerja: Kepala BKPSDM Ungkap Alasannya
Kenaikan jumlah penumpang juga dibarengi dengan penyesuaian harga tiket bus. Menurut pemantauan pengelola, terdapat kenaikan harga sekitar Rp 10.000-Rp 20.000 untuk kelas tertentu.
Meski di lapangan beberapa pemudik merasakan selisih yang lebih tinggi.
"Kami mengimbau para pemudik untuk tetap menjaga kesehatan. Termasuk memastikan barang bawaan aman selama perjalanan menuju kota perantauan," ujarnya.
Salah satu pemudik asal Trucuk, Klaten, Lasino, 56, mengaku harus segera kembali ke Bekasi karena tuntutan pekerjaan.
Ia memilih berangkat pada Rabu (25/3/2026) menggunakan bus Pandawa 87 dengan harga tiket mencapai Rp600 ribu.
"Sebenarnya hari ini sudah harus mulai kerja, tapi kemarin masih ada acara keluarga jadi baru bisa berangkat sekarang. Waktu mudik kemarin tiketnya Rp 580.000, sekarang balik ke sana kena Rp 600.000. Memang lebih mahal pas arus balik," ungkap Lasino.
Lasino baru saja menghabiskan waktu seminggu di kampung halaman untuk berkumpul keluarga.
Termasuk berwisata ke Rawa Jombor yang ada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono