Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Angin Kencang Sebabkan Kerusakan Masif di 18 Desa di Klaten, Terparah di Kecamatan Karanganom

Angga Purenda • Senin, 30 Maret 2026 | 14:58 WIB
Bangunan semi permanen di Klaten roboh diterjang angin kencang, Minggu (29/3/2026). (Dokumentasi BPBD dan PMI Klaten)Bangunan semi permanen di Klaten roboh diterjang angin kencang, Minggu (29/3/2026). (Dokumentasi BPBD dan PMI Klaten)

RADARSOLO.COM – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Klaten pada Minggu (29/3/2026).

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, peristiwa nahas tersebut mengakibatkan kerusakan masif di 18 desa yang tersebar di lima kecamatan.

Puluhan Pohon Tumbang dan Rumah Rusak

Angin kencang yang menyapu permukiman warga dan fasilitas publik terjadi di Kecamatan Tulung, Jatinom, Cawas, Ngawen, dan Karanganom.

Dampak dari cuaca ekstrem ini terbilang cukup signifikan karena membuat 46 pohon tumbang, yang berimbas pada terganggunya akses jalan di 21 titik.

Baca Juga: Bersiap Menghadapi Godzilla El Nino, BPBD Boyolali Ungkap Dampaknya

Selain mengganggu akses lalu lintas, kerusakan bangunan dilaporkan terjadi cukup merata di wilayah terdampak.

Kerusakan tersebut mencakup 74 rumah tinggal yang mengalami rusak ringan dan dua rumah berstatus rusak sedang. Sapuan angin juga merusak kandang ternak hingga berbagai fasilitas umum lainnya.

Genting Runtuh Diterjang Angin

"Jadi hujan deras disertai angin kencang. Untuk dampaknya di Desa Jurangjero sendiri banyak pohon tumbang di jalan kabupaten. Termasuk sebagian wilayah barat, genting pada runtuh atau jatuh karena angin bertiup sangat kencang dari arah barat ke timur," ujar Sekretaris Desa Jurangjero, Kecamatan Karanganom, Didik Arfianto, Senin (30/3/2026).

Wilayah yang paling banyak terdampak di Kecamatan Karanganom berada di sisi barat. Meski begitu, pascakejadian, upaya pembenahan langsung dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat dibantu para relawan.

Baca Juga: Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Ratusan Pendamping PKH Klaten Dikerahkan Lakukan Ground Checking PBI-JK

Ia juga menambahkan bahwa tingkat kerusakan yang paling parah akibat terjangan angin kencang tersebut justru berada di wilayah Kecamatan Jatinom.

Sinergi Tim Gabungan dan Imbauan Cuaca

Sesaat setelah kejadian, Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana BPBD Klaten bersama relawan gabungan langsung terjun ke lapangan untuk melakukan kaji cepat (assessment) dan pembersihan material pohon tumbang.

Operasi penanganan tersebut melibatkan sinergi dari berbagai pihak, di antaranya petugas Damkar, Search and Rescue (SAR), PMI Klaten, jajaran TNI/Polri, MDMC, serta relawan penanggulangan bencana setempat.

Petugas TRC BPBD Klaten Indiarto mengungkapkan, pihak BPBD mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

"Kami meminta warga untuk peka terhadap tanda-tanda alam, seperti munculnya gumpalan awan gelap yang besar dan tinggi, serta suara gemuruh dari kejauhan. Jika sedang berada di luar rumah, segera cari tempat berlindung yang kokoh," tegasnya.

Baca Juga: Sanksi Dinilai Janggal, Persis Solo Bongkar Kejanggalan Putusan Komdis PSSI Soal Larangan 5 Laga Tanpa Penonton

Indiarto juga mengingatkan masyarakat agar menghindari berteduh di bawah pohon, tiang listrik, atau papan reklame yang rawan roboh saat hujan turun. Di sisi lain, warga diharapkan terus memantau informasi terkini mengenai prakiraan cuaca resmi guna meningkatkan kesiapsiagaan mandiri. 

Data Wilayah Terdampak Angin Kencang di Kabupaten Klaten:

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#dampak angin kencang di klaten #angin kencang #karanganom #rumah rusak #pohon tumbang #BPBD Klaten