Kondisi Pasar Hewan Jatinom di Desa Bonyokan, Klaten pasca disapi angin kencang, Minggu (29/3/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)RADARSOLO.COM-Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Klaten pada Minggu (29/3/2026) sore menyisakan kerusakan serius pada Pasar Hewan di Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom.
Angin kencang mengakibatkan atap area parkir hilang tak bersisa. Bahkan warung roboh total hingga kerusakan pada fasilitas timbangan sapi.
Kepala Desa Bonyokan Surono mengungkapkan, dampak kerusakan di pasar yang dikelola oleh BUMDes Bonyokan Sejahtera tersebut cukup masif. Berdasarkan pendataan terbaru, estimasi kerugian membengkak dari perkiraan awal.
Baca Juga: Isu Kenaikan BBM 1 April Beredar, Pertamina Beri Klarifikasi Resmi
"Awalnya saya perkiraan kerugian sekitar Rp50 juta, tapi setelah ditotal dengan kebutuhan material, mencapai kisaran Rp 75 juta," ujar Surono saat dikonfirmasi di lokasi, Senin (30/3/2026) sore.
Akibat kerusakan tersebut, aktivitas perdagangan pada Senin (30/3/2026) bertepatan kalender Jawa yakni pasaran Legi terpaksa dihentikan sementara. Demi keselamatan dan proses pembersihan.
Pengumuman penutupan telah disebarkan melalui grup komunikasi pedagang. Meski beberapa pedagang masih datang untuk melihat langsung kondisi pasar.
"Untuk sementara kami tutup. Kami sudah siarkan lewat grup pedagang, meski ada satu-dua yang tetap datang karena ingin memastikan. Pasar ini biasanya menampung sekitar 450 hingga 500 ekor sapi setiap pasaran," tambahnya.
Surono menargetkan perbaikan akan dikebut dalam beberapa hari ke depan agar pasar seluas 4.000 meter persegi tersebut bisa kembali beroperasi pada pasaran Legi berikutnya.
Pihak desa telah memesan material berupa semen, galvalum, baja ringan, hingga besi. Harapannya material yang datang itu untuk segera dikerjakan oleh pekerja dan relawan desa dalam memperbaiki pasar hewan tersebut.
“Kami targetkan dalam waktu dua hari, pembenahan terhadap pasar hewan ini bisa diselesaikan. Harapannya pasar bisa segera digunakan untuk aktivitas dari para pedagang,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang meninjau langsung lokasi terdampak di wilayah Jatinom dan sekitarnya, memberikan perhatian khusus terhadap kondisi Pasar Sapi Jatinom tersebut.
Ia menjelaskan bahwa meski status aset pasar telah diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah desa, Pemkab Klaten tidak akan tinggal diam.
"Pasar sapi ini berdiri di tanah kas desa dan dulu dibangunkan oleh Pemda, namun sekarang sudah diserahterimakan 100 persen ke desa sehingga menjadi kewajiban desa untuk pengelolaannya. Namun, kami dari pemerintah kabupaten siap mendukung secara operasional," kata Hamenang.
Bupati menegaskan bahwa dukungan akan diberikan dalam bentuk bantuan tenaga dan logistik selama masa pemulihan.
"Insyaallah, saat nanti dilakukan gotong royong perbaikan, kami siap support melalui BPBD, baik itu untuk kebutuhan logistik maupun bantuan tenaga dari teman-teman relawan. Semoga segera teratasi dan aktivitas ekonomi warga kembali normal," ujarnya.(ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono