Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Data Pemilih Pemilu Menyusut, KPU Klaten Bongkar Penyebabnya

Angga Purenda • Rabu, 1 April 2026 | 14:10 WIB
Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 di Aula Kantor KPU Klaten, Rabu (1/4/2026).Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 di Aula Kantor KPU Klaten, Rabu (1/4/2026).

RADARSOLO.COM-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 di Aula Kantor KPU Klaten, Rabu (1/4/2026).

Rapat pleno ini dipimpin Ketua KPU Klaten Primus Supriono didampingi jajaran komisioner KPU lainnya.

Turut hadir perwakilan Bawaslu Klaten, pengurus partai politik, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Klaten.

Primus mengungkapkan, berdasarkan hasil rekapitulasi, jumlah pemilih di Kabupaten Klaten mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga: Kedubes Iran Bentuk Tim Khusus Kaji Kerja Sama dengan Pemkot Solo, Sasar Sektor Ekonomi dan Budaya

Terdapat selisih angka yang cukup signifikan antara data akhir tahun 2025 dengan awal tahun 2026.

"Pada triwulan keempat tahun 2025, jumlah pemilih kita tercatat sebanyak 979.844. Namun, pada triwulan pertama tahun 2026 ini turun menjadi 971.566 pemilih," ujar Primus saat ditemui usai rapat.

Lebih lanjut, Primus menjelaskan ada beberapa faktor utama yang memicu penurunan tersebut.

Seperti angka kematian yang menjadi faktor alami yang paling mempengaruhi berkurangnya jumlah pemilih.

Kemudian banyak warga Klaten yang pindah domisili ke luar daerah, baik untuk alasan pekerjaan maupun pendidikan.

Baca Juga: Bukan Cuma Juara AFF, FFI Incar Panggung Dunia untuk Skuad Garuda

Lalu ada warga sipil yang kini berstatus sebagai anggota TNI dan Polri.

“Masih adanya potensi pemilih baru yang sudah berusia 17 tahun, namun belum dieksekusi masuk data karena belum memiliki KTP elektronik,” tambah Primus.

KPU Klaten mengakui salah satu tantangan terbesar dalam pemutakhiran data adalah proses pencoretan pemilih yang sudah meninggal dunia.

Menurut Primus, syarat utama untuk menghapus data tersebut adalah bukti autentik berupa akta kematian.

"Kendala kita di lapangan adalah keterlambatan administrasi. Banyak laporan warga meninggal secara lisan atau terlihat lelayunya, namun tidak otomatis bisa kita coret karena belum ada akta kematiannya. Kami butuh data valid dari tingkat desa dan kecamatan," jelasnya.

Baca Juga: Kunjungi Solo, Dubes Iran untuk Indonesia Kutuk Keras Serangan Israel yang Sebabkan 3 Anggota TNI Penjaga Perdamaian di Lebanon Gugur

Untuk mengatasi hal tersebut, KPU Klaten berencana bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk membangun sistem aplikasi pelaporan kematian.

Targetnya, pada triwulan kedua tahun ini, aplikasi tersebut sudah mulai diuji coba. Harapannya agar perangkat desa bisa melapor dengan lebih cepat tanpa harus verifikasi fisik ke lokasi.

Terkait pemilih disabilitas dan kelompok marginal seperti ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), KPU menegaskan tetap memberikan hak yang sama. Selama yang bersangkutan memiliki KTP, mereka dipastikan masuk dalam daftar pemilih dan akan mendapatkan pengawalan serta pencocokan terbatas.

Di sisi lain, dari hasil pemutakhiran data tersebut, KPU Klaten mencatat masih ada empat pemilih aktif yang berusia di atas 100 tahun. Uniknya, keempat lansia tersebut semuanya berjenis kelamin perempuan.

"Ada empat orang yang usianya di atas 100 tahun, paling tua ada yang 105 tahun. Semuanya perempuan. Mereka masih aktif memilih, meski saat ke TPS nanti tentu membutuhkan pendampingan keluarga," tambah Primus.

Baca Juga: Masih 19 Tahun, Pebulutangkis Asal Klaten Resmi Masuk Pelatnas! Siapa Ikhsan Lintang?

Kegiatan pemutakhiran data oleh KPU Klaten setiap tiga bulan tersebut rutin dilakukan agar data pemilih tetap aktual dan akurat. Primus menekankan bahwa langkah tersebut penting dilakukan agar beban kerja tidak menumpuk saat mendekati hari pelaksanaan Pemilu.

"Kita cicil pekerjaannya sekarang. Supaya nanti saat menjelang Pemilu, tidak terlalu banyak data yang harus diinput atau dicoret sekaligus. Harapan kita, data akhir nanti benar-benar akurat," ucapnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#jumlah pemilih di klaten #jumlah pemilih pemilu berkurang #data pemilih #KPU Klaten