Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ambruknya Atap Kelas 2 SDN 2 Sribit Delanggu Berdampak ke Ruangan Lain, BPBD Klaten: Kayunya Lapuk

Angga Purenda • Jumat, 3 April 2026 | 14:45 WIB
BPBD Klaten memastikan penyebab ambruknya atap ruang kelas 2 SDN 2 Sribit, Delanggu karena kayu sudah lapuk.BPBD Klaten memastikan penyebab ambruknya atap ruang kelas 2 SDN 2 Sribit, Delanggu karena kayu sudah lapuk.

 RADARSOLO.COM - Atap ruang kelas 2 SDN 2 Sribit, Kecamatan Delanggu, Klaten, ambruk pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 12.20.

Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, kejadian ini memaksa pihak sekolah segera menyesuaikan jadwal dan lokasi kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi para siswa mulai, Sabtu (4/4/2026).

Murni Akibat Bangunan Lapuk

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Syahruna menjelaskan, insiden nahas itu terjadi sesaat setelah aktivitas pembelajaran usai.

Saat kejadian, delapan siswa kelas 2 SDN 2 Sribit sudah pulang.

Baca Juga: Detik-detik Menegangkan Atap SDN 2 Sribit Klaten Ambruk, Guru Sempat Dengar Suara Retakan Kayu

Para guru yang masih berkumpul di ruang kerja tiba-tiba mendengar suara retakan kayuyang langsung disusul suara benturan benda keras jatuhnya atap ruang kelas.

Seusai melakukan asesmen di lokasi pada Jumat (3/4/2026), Syahruna menegaskan, ambruknya atap kelas SDN 2 Sribit bukan disebabkan faktor cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau angin kencang.

Berdasarkan hasil pengecekan mendalam oleh tim reaksi cepat, penyebab utamanya murni karena kondisi material bangunan yang sudah tidak layak.

Kualitas kayunya dinilai sudah tua dan lapuk, mengingat rehabilitasi terakhir pada bangunan tersebut dilakukan pada tahun 2005 silam.

Merembet ke Ruang Lain dan Pengalihan KBM

Dampak dari ambruknya atap kelas 2 ini juga merembet ke sejumlah ruangan di sekitarnya.

Ruang kelas 1 diketahui mengalami kerusakan pada bagian kuda-kuda yang mulai melengkung, sementara ruang perpustakaan yang berada tepat di sampingnya turut terdampak dengan jatuhnya sejumlah genteng.

Guna mengantisipasi kerusakan tambahan yang bisa membahayakan keselamatan, BPBD Klaten telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten untuk melakukan pengecekan teknis secara menyeluruh terhadap struktur bangunan sekolah.

Akibat insiden ini, KBM untuk siswa kelas 1 dan kelas 2 terpaksa harus dialihkan ke ruangan yang lebih aman.

Baca Juga: Dihadiri Turis Singapura hingga Uskup Agung Semarang, Ini Pesan Mendalam Jalan Salib di Wonogiri

Meski begitu, Syahruna memastikan aktivitas KBM akan kembali berjalan pada Sabtu (4/4/2026).

Sesuai dengan hasil koordinasi darurat, siswa kelas 1 dan 2 akan menempati ruang kelas lain untuk sementara waktu.

Sedangkan untuk siswa kelas 3 hingga kelas 6, mereka diinstruksikan tetap masuk seperti biasa karena kondisi ruang kelasnya dinilai masih memungkinkan dan aman.

Riwayat Bangunan SD Inpres Era 70-an

Sementara itu, Ketua Komite SDN 2 Sribit Sugianto mengungkapkan fakta bahwa gedung sekolah tersebut merupakan bangunan tua yang kemungkinan besar didirikan pada era 1970-an sebagai gedung SD Inpres.

Pria yang juga menjabat sebagai perangkat desa setempat ini membenarkan bahwa struktur utama bangunan sudah sangat berumur.

Ia menuturkan, sejak dirinya lahir pada tahun 1975, wujud bangunan tersebut sudah berdiri di sana.

Baca Juga: Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Mayat Bayi yang Dikubur Separo Badan di Cepogo Boyolali

Meskipun penggantian genting sempat dilakukan sekitar 15 tahun lalu, kerangka kayu utamanya tidak diganti dan tetap menggunakan material yang sudah tua.

Sugianto menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah sempat mewanti-wanti dan meminta agar ruang kelas 1 serta perpustakaan tidak digunakan untuk aktivitas KBM sebelum insiden ini terjadi.

Hal itu didasari oleh pengamatannya terhadap tanda-tanda kerusakan pada ikatan kayu bangunan yang mulai mengkhawatirkan.

Saat ini, pihak komite telah melaporkan kejadian tersebut ke Koordinator Wilayah (Korwil) pendidikan setempat dan menyusun berita acara.

Pihak BPBD telah memberikan arahan bahwa jika pihak sekolah kelak membutuhkan ruang tambahan untuk kelancaran belajar, mereka dipersilakan untuk mengajukan peminjaman tenda darurat. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#sdn 2 sribit delanggu #atap ambruk #sekolah ambruk #BPBD Klaten