RADARSOLO.COM - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meninjau langsung kondisi bangunan SDN 2 Sribit, Kecamatan Delanggu, yang mengalami ambruk pada bagian atap ruang kelas 2, Jumat (3/4/2026) sore.
Kehadiran Bupati bertujuan untuk memastikan langkah penanganan. Termasuk menjamin kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pasca-insiden.
Peristiwa robohnya atap ruang Kelas 2 tersebut terjadi pada Kamis (2/4/2026) siang sekira pukul 12.20, sesaat setelah siswa pulang sekolah.
Meski tidak ada korban jiwa, dampak kerusakan memaksa pihak sekolah melakukan penyesuaian ruang belajar.
Bupati Hamenang menjelaskan bahwa berdasarkan pengecekan awal, struktur bangunan sekolah tersebut memang sudah cukup tua.
Meskipun sempat dilakukan rehabilitasi pada tahun 2005 dengan penggantian genteng berkualitas, namun kerangka kayu diduga tidak lagi kuat menahan beban.
"Terakhir direhab itu tahun 2005, diganti gentengnya semua. Gentengnya masih bagus, tapi karena kualitasnya bagus, bebannya berat. Di sisi lain, struktur bangunannya sudah tua sehingga lebih mudah roboh," ujar Hamenang di lokasi kejadian.
Bupati telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten untuk bergotong-royong bersama relawan menurunkan sisa atap yang masih menggantung. Dinas Pekerjaan Umum-Penataan Ruang (DPU-PR) juga akan melakukan pengecekan teknis pada struktur bangunan secara menyeluruh.
Pemkab Klaten telah bersurat ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Disdikmen) untuk permohonan rehabilitasi.
Baca Juga: May Day, Buruh Di Sukoharjo Tidak Turun Ke Jalan, Pilih Baksos Dan Gelar Pasar Murah Sembako
Jika proses di pusat memakan waktu lama, Pemkab siap menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Belajar dari kejadian tersebut, Bupati Hamenang mengambil langkah preventif dengan meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten untuk segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh kepala sekolah tingkat SD dan SMP di bawah kewenangan Pemkab.
"Harapannya agar seluruh kepala sekolah mengecek kondisi bangunan masing-masing. Jangan sampai hal semacam ini terulang kembali. Kita harus mitigasi sejak dini," tegasnya.
Meski secara keseluruhan terdapat tiga ruangan terdampak, Hamenang memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 2 Sribit tidak terhenti.
Mengingat jumlah siswa yang tidak terlalu banyak, kelas 1 berjumlah digabung 6 siswa dan kelas 2 berjumlah 8 siswa.
"Alhamdulillah KBM tetap lancar. Sementara menggunakan ruang guru dan kepala sekolah sambil menunggu proses rehabilitasi," tambahnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono