Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Berkah Pengelolaan Umbul Kemanten dan Siblarak, Desa Sidowayah Mampu Berikan THR hingga Beasiswa Kuliah ke Warganya

Angga Purenda • Jumat, 3 April 2026 | 18:58 WIB
Desatinasi wisata Umbul Kemanten menjadi salah satu unit usaha yang dikelola oleh BUMDes Sinergi Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)Desatinasi wisata Umbul Kemanten menjadi salah satu unit usaha yang dikelola oleh BUMDes Sinergi Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten, membuktikan diri sebagai Desa Berdaya melalui pengelolaan aset wisata yang profesional. Keberhasilan BUMDes Sinergi Sidowayah dalam mengelola destinasi populer.

Seperti Umbul Kemanten, Umbul Siblarak dan Kampung Dolanan. Kini dampaknya dirasakan langsung oleh ribuan warga melalui berbagai program sosial yang fantastis.

Puncaknya, pada pekan ini Pemerintah Desa (Pemdes) Sidowayah menyalurkan Dana Sosial atau Tunjangan Hari Raya (THR) beberapa waktu lalu kepada 2.375 warga yang ber-KTP desa setempat dan telah berusia minimal 17 tahun.

Baca Juga: Merebus Air Disambi Menyapu Halaman, Rumah Warga Ngadirojo Wonogiri Jadi Arang

Setiap warga menerima uang tunai sebesar Rp150.000 dan paket beras 5 kilogram.

"Total beras yang kami salurkan sekitar 12,5 ton dengan total uang tunai mencapai Rp 375 juta. Ini murni diambil dari hasil pengelolaan wisata oleh BUMDes," ujar Kepala Desa Sidowayah Mujahid Jaryanto, saat ditemui radarsolo.com beberapa waktu lalu.

Mujahid menjelaskan, selain pembagian THR, pendapatan dari sektor wisata juga dialokasikan untuk berbagai program kesejahteraan yang telah berjalan.

Di antaranya adalah santunan kematian sebesar Rp 1 juta bagi setiap warga yang meninggal dunia. Termasuk pemberian bantuan untuk 17 RT di Sidowayah.

"Selain itu, kami memiliki program beasiswa sarjana (S1). Saat ini ada 10 karyawan BUMDes yang kami kuliahkan di universitas swasta di Solo dengan subsidi biaya 50%. Jurusannya Manajemen, agar kapasitas mereka meningkat dan bisa mengelola BUMDes lebih maju lagi," tambahnya.

Ke depan, Pemdes Sidowayah memiliki target untuk bisa membebaskan biaya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi warganya.

Baca Juga: Musrenbang RKPD 2027, Karanganyar Dorong Transformasi Digital dan Penguatan UMKM

Termasuk meng-cover iuran BPJS Kesehatan bagi warga yang tidak lagi mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Motto kami adalah menuju Sidowayah Ramah, Ngremboko dan Kondang Keloko. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan hasil nyata dari unit usaha yang ada di desa," tambah Mujahid.

Sementara itu, Direktur BUMDes Sinergi Sidowayah Hartaya mengungkapkan bahwa sektor wisata di Sidowayah mengalami pertumbuhan signifikan di atas 20% setiap tahunnya.

Kontribusi ke Pendapatan Asli Desa (PADes) pun terus meningkat, di mana tahun lalu mampu menyetor hampir Rp 700 juta lebih.

Baca Juga: Tinjau Atap SDN 2 Sribit Delanggu yang Ambruk, Bupati KlatenPastikan Gerak Cepat Penanganan dan Mitigasi Dini

"Filosofi kami adalah bagaimana uang yang masuk ke BUMDes ini bisa berputar kembali di Sidowayah. Salah satunya dengan pemberian beras dan uang (THR) ini, agar warga bisa membelanjakannya di UMKM lokal saat Lebaran lalu," jelas Hartaya.

Tak hanya soal materi, keberadaan Umbul Kemanten dan unit usaha lainnya telah menjadi motor penggerak lapangan kerja. Saat ini, terdapat sekitar 150-200 warga yang terlibat langsung dalam operasional wisata. Baik sebagai karyawan tetap maupun pekerja harian di akhir pekan.

"Kami juga memberikan perlindungan berupa BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja. Inovasi dan dampak sosial inilah yang menjadi kekuatan kami untuk terus berkembang menuju Sidowayah yang Ramah, Ngremboko, dan Kondang Keloko," ujar Hartaya.(ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Umbul Kemanten #thr #Potensi Desa #Beasiswa #Umbul Siblarak