Objek wisata Rowo Jombor di Desa Krakitan, Bayat, Klaten termasuk destinasi populer selama libur Lebaran. (M.Ihsan/Radar Solo)RADARSOLO.COM- Kabupaten Klaten sukses mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi favorit di Jawa Tengah pada masa libur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Berdasarkan data resmi pemerintah daerah, Klaten berhasil menempati peringkat kedua daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak di Provinsi Jawa Tengah.
Selama periode 13-28 Maret 2026, tercatat sebanyak 555.460 wisatawan memadati berbagai objek wisata di Kota Bersinar.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 11 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 501.862 wisatawan.
Dalam skala provinsi, Klaten berada di posisi kedua, membayangi Kabupaten Kebumen yang berada di peringkat pertama dengan 675.348 wisatawan.
Sementara itu, Kabupaten Wonosobo menempati posisi ketiga dengan 530.150 wisatawan, disusul oleh Kota Semarang di peringkat keempat dengan 529.137 wisatawan.
Dominasi kunjungan wisatawan di Klaten masih dipegang oleh wisata sejarah dan air.
Menariknya, Rowo Jombor kini menyodok ke posisi kedua sebagai destinasi paling diminati di Klaten setelah dilakukan revitalisasi.
Berikut adalah lima besar objek wisata dengan kunjungan tertinggi di Klaten.
- Candi Prambanan sebanyak 130.640 wisatawan
- Rowo Jombor di Desa Krakitan, Bayat dikunjungi 53.600 wisatawan
- Umbul Pelem di Desa Wunut, Kecamatan Tulung dipenuhi 35.650 wisatawan.
- Umbul Kemanten di Desa Sidowayah, Polanharjo terdapat 30.328 wisatawan.
- Objek Wisata Mata Air Cokro (OMAC) di Kecamatan Tulung dikunjungi 24.827 wisatawan
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasinya atas pencapaian di sektor pariwisata tersebut.
"Alhamdulillah kita masih bisa bertahan di peringkat dua secara Jawa Tengah. Nomor satunya kita disalip oleh Kebumen karena di sana mungkin banyak pantai yang hari ini memang dibranding luar biasa," ujar Hamenang saat memberikan keterangan pada Jumat (3/4/2026)
Meskipun mencatat kenaikan 11 persen, Hamenang menilai angka tersebut bisa lebih tinggi jika durasi libur Lebaran tahun ini tidak terlalu pendek.
Terlebih lagi tidak berdekatan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menanggapi masukan dari para wisatawan, Hamenang menegaskan bahwa perbaikan akses jalan akan menjadi prioritas pemerintah daerah ke depan.
Beberapa titik menuju objek wisata dinilai masih terlalu sempit untuk berpapasan bus pariwisata.
"Evaluasinya tentu ada beberapa masukan, akses menuju objek wisata masih kurang lebar kalau untuk bus berpapasan. Ini PR, insyaallah nanti tahun 2027 jika anggaran memungkinkan, satu per satu kita lebarkan jalannya," tambahnya.
Terkait melejitnya popularitas Rowo Jombor, Hamenang menyebut bahwa pembersihan keramba, pembangunan dermaga dan perbaikan jalan di kawasan tersebut telah membuahkan hasil.
"Rowo Jombor ternyata menjadi magnet baru. Sudah tepat kami berbenah dan ke depan pengembangan kawasan ini akan terus kita tegaskan."
Pemkab Klaten berharap tren positif ini tidak hanya terjadi saat musim liburan saja. Tetapi dapat terus berlanjut guna memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono