Rumah warga di Klaten rusak akibat diterjang angin kencang beberapa waktu lalu. (Angga Purenda/Radar Solo).RADARSOLO.COM – Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini dalam menghadapi cuaca ekstrem seperti angin kencang.
Hal ini mengingat masa transisi atau pancaroba diprediksi masih akan berlangsung selama bulan April 2026.
Langkah antisipasi dini dinilai sangat penting untuk meminimalisasi dampak kerusakan pada rumah maupun fasilitas publik lainnya.
Baca Juga: Pemkab Sukoharjo Resmi Perluas Area CFD di Jalan Veteran, Cek Rute Terbarunya!
Terlebih lagi, pada Jumat (3/4/2026) lalu, hujan deras disertai angin kencang telah menyebabkan kerusakan atap di beberapa bangunan yang tersebar di wilayah Klaten Selatan, Kemalang, Karangnongko, dan Karangdowo.
Menyikapi rentetan kejadian tersebut, Hamenang menegaskan bahwa imbauan resmi melalui Surat Edaran (SE) terkait kewaspadaan bencana sebenarnya telah disampaikan sejak beberapa waktu lalu.
Berkaca dari musibah pohon tumbang yang menimpa rumah dan jaringan listrik dalam satu hingga dua hari terakhir, ia menilai implementasi kewaspadaan warga di lapangan perlu diperkuat.
"Pancaroba ini diprediksi masih agak panjang sampai April, sehingga butuh kehati-hatian ekstra. Saya harap masyarakat kembali menjalankan poin-poin dalam surat edaran yang sudah saya sampaikan," ujar Hamenang beberapa waktu lalu.
Gencarkan Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang
Oleh karena itu, bupati sangat menekankan agar warga aktif melakukan kegiatan kerja bakti di lingkungan masing-masing.
Fokus utama dari kegiatan tersebut adalah memangkas dahan atau menebang pohon-pohon tinggi yang posisinya dinilai membahayakan, terutama yang berdekatan dengan atap rumah warga maupun instalasi tiang listrik.
Baca Juga: Kerja Sama Sister City: Solo Gandeng Xi’an, Respati Bidik Wisata, Investasi hingga Tenaga Kerja
Hamenang mengakui bahwa beberapa kerusakan yang terjadi belakangan ini sejatinya bisa dicegah apabila langkah mitigasi awal seperti pemangkasan pohon sudah dilakukan sesuai dengan instruksi dalam Surat Edaran Bupati.
"Dimulai dari sering bersih-bersih bersama. Pohon-pohon tinggi dekat rumah segera dipangkas secara gotong-royong sebelum terjadi kejadian. Ini penting untuk meminimalisir dampak risiko jika terjadi cuaca ekstrem kembali," imbuhnya.
Dukungan Peralatan dan Kesiapsiagaan Relawan
Bagi desa atau kelompok masyarakat yang terkendala masalah peralatan untuk pemangkasan pohon maupun penanganan dampak bencana, Hamenang mengimbau agar mereka tidak ragu untuk segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan.
Terlebih lagi, saat ini Kabupaten Klaten telah memiliki program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) yang dibekali dengan berbagai peralatan evakuasi memadai.
"Jika desa memiliki kendala peralatan atau butuh bantuan relawan, silakan komunikasi dengan Camat. Di setiap kecamatan sudah ada peralatan yang bisa dipinjam melalui program Kencana," jelasnya.
Sebagai langkah penanganan berkelanjutan, orang nomor satu di jajaran Pemkab Klaten tersebut juga memastikan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama para relawan selalu bersiaga penuh di setiap titik kejadian bencana.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Keluarga Bekas Harga 80 Jutaan Terbaik 2026: Irit BBM, Pajak Murah, Kabin Lega
Kesiapsiagaan ini juga mencakup kelancaran penyaluran bantuan darurat yang sangat dibutuhkan oleh warga terdampak bencana alam.
"Teman-teman dari TRC BPBD juga terus bersiaga menangani kejadian di lapangan secara langsung. Kami dari pemerintah daerah juga siap memberikan dukungan logistik maupun tenaga dari relawan untuk membantu desa dalam penanganan pascabencana," ujar Hamenang. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono