RADARSOLO.COM- Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi meresmikan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi di tiga lokasi berbeda secara serentak pada Senin (6/4/2026).
Ketiga jembatan tersebut berlokasi di Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo dan Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Klaten dalam mendukung infrastruktur desa.
Mengingat memiliki peran vital bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat.
Saat ditemui radarsolo.jawapos.com di sela peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Kalikebo, Kapolres menjelaskan bahwa proses revitalisasi di titik tersebut memakan waktu sekitar tiga minggu.
"Menurut keterangan perangkat desa dan kecamatan, jembatan ini merupakan akses penghubung antar desa yang perannya sangat vital bagi mobilitas warga. Kami berharap dengan revitalisasi ini, sektor ekonomi, sosial dan kemasyarakatan berjalan lebih lancar," ujar Faruk.
Untuk tiga jembatan yang diresmikan tersebut, fokus pengerjaan meliputi penguatan struktur dan keamanan.
"Tadinya kondisi jembatan ini sudah rapuh, pembatasnya karatan dan membahayakan. Kami lakukan revitalisasi berupa pembangunan box beton, pemasangan pengaman besi di pinggir, peningkatan kapasitas aspal hingga pelebaran agar kendaraan roda empat tidak kesulitan melintas," ujarnya.
Hingga saat ini, Polres Klaten telah menangani total lima Jembatan Merah Putih Presisi.
Baca Juga: 3 Pekan Dongkrok di Hutan Wonogiri, Polisi Amankan Sepeda Motor Bernopol Sragen
Ia merinci progres kelima jembatan tersebut meliputi tiga jembatan revitalisasi dan dua jembatan yang pembangunannya dari awal.
Untuk pembangunan jembatan dari awal yakni di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan yang diresmikan langsung oleh Kapolri Listyo Sigit.
Ditambah masih dalam proses pembangunan yakni di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko yang sudah 40 persen.
“Khusus untuk jembatan di Karangnongko, pembangunan dilakukan dari awal karena struktur yang lama roboh akibat derasnya sungai saat bulan Ramadan. Kami targetkan jembatan itu bisa selesai bulan depan agar bisa dilalui para pelajar menuju sekolah,” ujar Faruk.
Sementara itu, Satiman, 60, warga Desa Kalikebo, menyampai rasa terima kasihnya atas perhatian pihak kepolisian.
Ia menceritakan bahwa jembatan di wilayahnya dibangun secara swadaya sejak tahun 1980-an. Hampir tidak pernah tersentuh perawatan besar.
"Dulu awalnya dari kayu jati tahun 1985, lalu dicor swadaya. Baru kali ini ada perawatan lagi dari polisi. Kami berterima kasih karena dicat, diperbaiki pembatasnya dan diaspal ulang. Ini sangat membantu mengurangi biaya perawatan dari warga," ungkap Satiman yang juga perwakilan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD).
Meski demikian, Satiman tetap berharap adanya perhatian lebih lanjut untuk ke depannya.
Mengingat fondasi bawah jembatan di bantaran Kali Kuning tersebut mulai tergerus sehingga berongga akibat aliran air yang deras saat banjir.
Polres Klaten pun memastikan tetap membuka ruang koordinasi jika di kemudian hari diperlukan perawatan tambahan demi keselamatan masyarakat.(ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono