Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dongkrak Daya Saing Daerah, Bapperida Klaten Gelar Lomba Krenova Diikuti 243 Peserta

Angga Purenda • Selasa, 7 April 2026 | 15:44 WIB
Salah satu peserta dalam Lomba Krenova tingkat kabupaten untuk kategori SMP yang digelar oleh Bapperida Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)Salah satu peserta dalam Lomba Krenova tingkat kabupaten untuk kategori SMP yang digelar oleh Bapperida Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM- Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Klaten kembali menggelar Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) tingkat Kabupaten tahun 2026.

Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi para inventor lokal.

Mulai dari pelajar hingga masyarakat umum, untuk memamerkan temuan yang solutif bagi permasalahan daerah.

Baca Juga: Tingkatkan Mobilitas Ekonomi, Kapolres Klaten Resmikan Revitalisasi Tiga Jembatan Merah Putih Presisi

Tema besar yang diusung dalam Krenova 2026 adalah Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Klaten Sri Nuryani mengungkapkan, antusiasme peserta pada tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tercatat sebanyak 243 peserta mendaftarkan diri pada Krenova 2026, naik dari angka 220 peserta pada tahun lalu.

Dari total pendaftar tersebut, tim juri telah menyaring 125 peserta terbaik untuk melaju ke tahap presentasi.

"Ada lima kategori yang kita lombakan, yaitu dua kategori untuk jenjang SMP, dua kategori untuk SMA dan satu kategori masyarakat umum. Masing-masing kategori diambil 25 orang untuk mempresentasikan inovasinya," jelas Nuryani saat ditemui di sela kegiatan, Selasa (7/4/2025).

Lebih lanjut, Nuryani menjelaskan bahwa jadwal pelaksanaan Krenova tahun ini sengaja diajukan ke awal April.

Baca Juga: Viral 70 Ribu Sepeda Motor MBG di Jabar, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Beri Klarifikasi

Guna menyesuaikan dengan agenda sinkronisasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah serta persiapan menuju lomba tingkat Solo Raya (Subosukawonosraten).

Ia menekankan bahwa penilaian Krenova tidak hanya berdasar pada orisinalitas. Tetapi juga manfaat nyata dan kemampuan untuk direplikasi.

Bapperida berkomitmen untuk melakukan diseminasi agar temuan para juara tidak berhenti di atas kertas.

Baca Juga: Gempar Penemuan Kerangka Manusia di Nguntoronadi Wonogiri, Masyarakat Kaitkan dengan Sepeda Motor Tak Bertuan

"Bapperida mendorong lahirnya inovasi yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi, pengembangan pariwisata hingga digital marketing. Harapan kami, temuan ini bisa diaplikasikan secara nyata," tambahnya.

Nuryani mengungkapkan, Krenova Klaten merupakan langkah awal bagi para inovator untuk berkompetisi di tingkat yang lebih luas.

Menariknya, Nuryani memberikan motivasi bahwa kemenangan di tingkat kabupaten bukanlah harga mati untuk bisa sukses.

"Tidak menang di kabupaten tidak apa-apa, ini adalah pembelajaran. Ada peserta kita dulu yang di Klaten tidak menang, tapi saat ikut lomba di tingkat Provinsi justru jadi Juara 1 karena temanya lebih sesuai,” ujar Nuryani.

Dirinya berharap, melalui lomba tersebut menjadikan kreativitas para pelajar dan masyarakat Klaten terus diasah.

Harapannya mereka lebih siap saat memasuki dunia perguruan tinggi nanti.

Di antara deretan inovasi yang dipresentasikan, karya salah satu peserta kategori SMP bernama Lutfi, 13, siswa kelas VII SMP Negeri 1 Klaten, cukup mencuri perhatian.

Baca Juga: 3 Pekan Dongkrok di Hutan Wonogiri, Polisi Amankan Sepeda Motor Bernopol Sragen

Bersama rekan setimnya, Icha dan Ara, Lutfi berhasil menciptakan produk lilin kreatif yang berbahan dasar limbah rumah tangga dan lingkungan sekolah.

Ide tersebut muncul dari keprihatinan Lutfi terhadap banyaknya minyak goreng bekas (jelantah) di rumahnya.

Termasuk tumpukan kulit jeruk yang sering terbuang sia-sia di lingkungan sekolah dari sisa Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Di rumah banyak sekali minyak jelantah, kalau tidak dimanfaatkan hanya akan jadi limbah. Begitu juga kulit jeruk di sekolah yang sering dibuang sembarangan. Kami kumpulkan dan olah menjadi lilin ini," ujar Lutfi saat ditemui di lokasi lomba.

Baca Juga: Wajah Pendidikan di Sragen Tercoreng, Siswa SMPN 2 Sumberlawang Meninggal Usai Berkelahi dengan Temannya

Proses pembuatannya melibatkan pencampuran minyak jelantah dengan sari kulit jeruk yang telah diblender.

Menariknya, kulit jeruk dalam inovasi ini berfungsi sebagai penetral alami untuk menghilangkan aroma tidak sedap dari minyak goreng bekas.

Baca Juga: Jadwal Futsal AFF 2026: Timnas Indonesia vs Malaysia Siaran Langsung Jam Berapa dan di TV Mana?

“Selain ramah lingkungan, lilin karya siswa SMP ini memiliki keunggulan fungsional yang unik. Cairan lilin yang meleleh saat dibakar dapat dipindahkan ke wadah lain," terangnya. 

Dengan menambahkan sumbu baru pada lelehan tersebut, lilin dapat digunakan terus-menerus tanpa menyisakan limbah padat,” pungkas Nuryani. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#klaten #bapperida klaten #manfaat #krenova